spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBPenutupan Fornas VIII NTB 2025, Lalu Suryadi Siapkan Suguhan Pemecah Rekor MURI

Penutupan Fornas VIII NTB 2025, Lalu Suryadi Siapkan Suguhan Pemecah Rekor MURI

Mataram (Suara NTB) – Perhelatan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII Nusa Tenggara Barat (NTB) 2025 akan ditutup dengan suguhan spektakuler, pada hari Jumat, 1 Agustus 2025 di eks Bandara Selaparang.

Kepala Taman Budaya NTB Lalu Suryadi Mulawarman mengungkapkan konsep penutupan akan dikemas dalam nuansa “pesta rakyat” yang inklusif dan meriah. Salah satu agenda utama dalam penutupan nanti adalah upaya memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui senam kreasi massal. Senam ini dirancang khusus dengan menggabungkan berbagai teknik senam dari entitas olahraga yang berpartisipasi di Fornas.

“Konsepnya adalah pesta rakyat. Kami ingin menampilkan sesuatu yang melibatkan banyak pihak dan benar-benar mencerminkan semangat Fornas, yang merakyat, membumi, dan penuh keceriaan,” ujar Koreografer Pementasan Seni pada Fornas VIII NTB 2025 pada Suara NTB, kemarin.

Ia menjelaskan, senam kreasi yang akan ditampilkan merupakan hasil olah gerak dari berbagai jenis teknik senam tradisional, modern, dan kontemporer, yang kemudian dikolaborasikan dengan semangat entitas olahraga masyarakat yang ada di Fornas.

“Berangkatnya tetap dari entitas. Jadi kami tidak menciptakan sesuatu yang jauh dari akar. Tapi kami kreasikan dari apa yang sudah menjadi bagian dari olahraga rekreasi itu sendiri,” terangnya.

Terkait persiapan, diakuinya, proses menuju penutupan Fornas masih terus berjalan dan sedang memasuki tahap penyempurnaan konsep.

“Persiapan penutupan sedang on progres. Kita masih punya waktu beberapa hari untuk menyempurnakan konsep-konsep yang sudah dibuat. Semuanya sudah kita list dan kita siapkan dengan matang, tinggal eksekusi,” katanya optimis.

Ia menekankan pentingnya persiapan yang optimal demi menghasilkan penampilan yang bukan hanya spektakuler secara visual, tapi juga menyentuh hati masyarakat dan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi peserta dan penonton.

“Target kita bukan hanya memecahkan rekor, tapi bagaimana penutupan ini bisa menjadi momentum kebersamaan, dan menunjukkan bahwa NTB mampu menjadi tuan rumah yang membanggakan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada pembukaan Fornas VIII 2025 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, dipersembahkan tarian kolosal karya Lalu Suryadi Mulawarman yang menampilkan tentang seni, budaya dan sejarah NTB.

Suryadi Mulawarman menjelaskan, jika momen Fornas ini merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan budaya NTB ke tingkat nasional dan bahkan internasional.  “Sejarah dan budaya NTB sangat kaya, itu yang ingin saya angkat. Inilah saatnya kita tunjukkan bahwa budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo punya nilai filosofis yang mendalam dan layak diperkenalkan ke dunia,” ujarnya usai acara.

Ia menyebut, selama ini banyak pertunjukan nasional hanya menampilkan sisi budaya atau seni secara terpisah. Namun, pada pembukaan Fornas, ia mencoba menyatukan elemen sejarah, seni, dan kearifan lokal dalam satu panggung narasi yang utuh.

Diakuinya, salah satu tantangan terbesar adalah waktu. Persiapan hanya berlangsung sekitar 40 hari, namun dalam waktu sesingkat itu, 500 penari berhasil dilatih untuk menyuguhkan penampilan memukau.  “Dengan waktu sempit, kami buktikan bahwa NTB punya sumber daya manusia yang mumpuni. Kami mampu. Ini bukan kerja individu, tapi hasil kolaborasi berbagai komunitas, sanggar seni, dan pelajar dari seluruh NTB,” ujarnya.

Para penari yang tampil berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang dari komunitas seni di Kota Mataram, dari sekolah-sekolah di Lombok, hingga sanggar budaya yang tersebar di berbagai wilayah. Semua bersatu dalam semangat yang sama: mempersembahkan karya terbaik dari NTB.

Bagi Lalu Suryadi, seni dan budaya bukan sekadar pertunjukan. Ia menyebutnya sebagai “pintu masuk” untuk mengenalkan jati diri NTB ke khalayak yang lebih luas.  “Melalui budaya, kita bisa bicara banyak hal. Kita bisa promosi pariwisata, nilai-nilai lokal, hingga semangat kebersamaan. Ini momentum kita untuk bicara kepada dunia,” tegasnya. (ham)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO