spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
BerandaNTBMurid SD di KLU Diajarkan Mengulas Buku

Murid SD di KLU Diajarkan Mengulas Buku

Mataram (Suara NTB) –  Balai Bahasa NTB menggelar Bimbingan Teknis Mengulas Buku bagi Siswa SD di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Bimbingan ini membuka rangkaian bimbingan teknis peningkatan literasi bagi siswa di Provinsi NTB. Setelah sosialisasi bagi guru dilakukan pada 25 Juli 2025, pembekalan bagi murid dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 28–29 Juli 2025.

Di hari pertama, sebanyak 100 siswa, 10 guru, dan 4 pengawas hadir untuk memastikan kegiatan berjalan lancar. Kegiatan dilaksanakan di SDN 2 Sukadana, Kecamatan Bayan. Sebagai pejabat pembuka, hadir Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga KLU, Efendi.

Efendi merasa program ini relevan dengan apa yang dibutuhkan oleh siswa. Seluruh peserta berasal dari sekolah terkategori K1 dan K2, yakni sekolah dengan nilai Asesmen Nasional bidang Literasi di bawah standar minimum. Untuk itu, perhatian lebih khusus dalam peningkatan literasi sejumlah 200 siswa yang dilibatkan menjadi sebuah keharusan.

“Kami ucapkan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Balai Bahasa Provinsi NTB yang telah menyikapi dengan serius isu terkait literasi ini, khususnya bagi siswa sekolah dasar,” ucapnya.

Kepala Balai Bahasa NTB, Dwi Pratiwi juga berkesempatan menyapa siswa yang dibina. Baginya, apa yang diikhtiarkan ini selaras dengan program tujuh kebiasaan anak hebat, yakni mengupayakan anak gemar belajar dengan implementasi pembelajaran menyenangkan. Menurut Dwi, kegiatan ini akan berlangsung berkelanjutan. Program ini juga seiring sejalan dengan program Benar-Benar Membaca, Membaca Benar-Benar yang diluncurkan oleh Balai Bahasa di akhir Mei 2025 lalu.

Selepas pembukaan, murid dibagi dalam dua kelas besar. Murid diminta mengerjakan tes awal sesuai dengan jenjang kelas. Adapun terdapat 50 murid kelas 3 dan 50 murid kelas 5 yang masing-masing mewakili jenjang kelas bawah dan atas. Tes awal wajib dilakukan untuk mengetahui dampak pembekalan bagi murid. Segera setelah tes awal dijawab oleh setiap murid, narasumber memberi materi mengulas buku.

Hurmayani, pegiat literasi dari Rumah Baca Nusa selaku narasumber kelas 3 mengenalkan bagian-bagian buku kepada murid. Ia juga meminta murid menuliskan unsur fisik buku, seperti judul, nama penulis, dan nama ilustrator. Lebih jauh, Hurmayani meminta murid meyebutkan nama-nama tokoh dalam cerita, latar tempat, isi cerita, dan pendapat murid atas buku cerita yang telah dibaca.

“Cukup sulit karena kelasnya kelas besar. Membimbing siswa dalam waktu singkat dengan volume kelas yang banyak tentu menjadi tantangan besar bagi kami. Pengawalan guru pendamping di sekolah jadi hal yang mutlak dilakukan,” aku Indriana Mitra Sari, narasumber murid kelas 5.

Bagi pegiat literasi anak yang tergabung dalam Komunitas Perpustakaan Lembah Hijau ini, di kesempatan berikutnya, siswa harus diberi waktu lebih banyak untuk bersemuka dengan narasumber.

Pembekalan masih berlanjut pada hari kedua, 29 Juli 2025. Di hari berikutnya, akan ada 100 orang dari 10 sekolah lainnya di Kecamatan Bayan yang akan menjadi peserta kegiatan. Murid  juga masih akan melaksanakan pembelajaran mandiri selama dua pekan ke depan. (ron)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO