spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANSiswa SMP di Loteng Diajarkan Membaca Cepat

Siswa SMP di Loteng Diajarkan Membaca Cepat

Mataram (Suara NTB) –  Balai Bahasa Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Membaca Cepat bagi Siswa SMP di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Rabu, 30 Juli 2025. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SKB ini menyasar 20 sekolah yang memiliki nilai asesmen literasi rendah.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta berjumlah 100 peserta yang berasal dari SMP negeri yang tersebar di Loteng. Selain siswa, hadir pula guru pendamping dan pengawas SMP. Kehadiran guru pendamping sangat penting untuk mengarahkan dan mendampingi siswa saat dan setelah kegiatan.

Kepala Balai Bahasa NTB, Dwi Pratiwi hadir menyapa dan memberi semangat kepada para siswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan anak-anak membaca cepat dan memahami substansi bahan bacaan

“Kemarin, kegiatan serupa sudah dilaksanakan bagi siswa SD. Siswa SD diajak untuk mengulas buku cerita. Mereka sangat bersemangat. Saya harap, seluruh siswa SMP yang menjadi peserta pada hari ini juga tidak kalah semangat,” ujar Dwi Pratiwi.

Dalam sesi pembukaan, turut hadir Kasi Kurikulum/Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah. Ia mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang berhalangan hadir. “Dua puluh sekolah yang dipilih ini adalah yang hasil asesmen literasinya rendah. Namun, jangan khawatir. Dengan adanya kegiatan ini, hasil asesmen literasi diharapkan dapat meningkat,” ungkapnya penuh semangat.

Ia pun juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Balai Bahasa Provinsi NTB yang mau bersusah payah hadir ke Loteng. Ia berharap masih akan banyak lagi kerja Balai Bahasa di Kabupaten Loteng.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inti, yaitu Sunarti dan Irma Setiawan. Keduanya memberikan materi dan menjadi contoh bagaimana mengajarkan teknik membaca cepat dan membaca pindai. Diharapkan para guru pendamping dapat pula menimba ilmu dari keduanya dan mengimbaskannya ke sekolah masing-masing.

Kegiatan ini masih akan berlanjut pada hari kedua, 31 Juli 2025. Sebanyak 100 siswa dari SMP swasta akan menjadi pesertanya. Selain itu, kegiatan peningkatan kompetensi tidak berakhir pada hari kedua. Peserta juga masih akan melaksanakan pembelajaran mandiri selama dua pekan ke depan. (ron)

 

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO