Selong (Suara NTB) – Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, ST., MT., PhD, secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Program TMT Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur, Kamis, 31 Juli 2025.
Acara ini menandai komitmen pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas guna menjawab tantangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Dalam sambutannya, Menaker Yassierli menegaskan industri dituntut bertahan tanpa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sementara pemerintah berupaya memastikan ketersediaan lapangan kerja layak. “Produktivitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia masih rendah. Solusinya adalah pelatihan vokasi,” tegasnya.
BPVP Lotim hadir sebagai pusat penguatan keterampilan yang dibutuhkan industri, guna meningkatkan produktivitas dan mengurangi pengangguran.
Pelatihan diikuti 256 peserta akan mengikuti dua program pelatihan, yakni Pariwisata dan Pelatihan membuat makanan bergizi gratis (MBG). Guna mengelola program makan bergizi secara profesional, diinginkan makanan yang dibuat tidak hanya bergizi tetapi juga lezat.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan unggulan Kemenaker, dengan konten pelatihan yang telah dikawal melalui asosiasi, instruktur tersertifikasi, dan asesor kompeten. Peserta yang lulus akan menerima sertifikat kompetensi berharga dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menaker mengingatkan disrupsi teknologi seperti Kecerdasan Artificial Intelligence (AI) mengancam relevansi 50 persen industri dunia. “Kompetensi saat ini bisa tak berlaku di masa depan. Kunci sukses bukan hanya ijazah, tapi sertifikasi kompetensi,” ujarnya. Untuk itu, BPVP membuka pelatihan berbasis teknologi seperti Smart IT, Smart Office, Content Creator, dan AI, serta program agroforestri dan green industry.
BPVP juga akan bertransformasi menjadi Talent and Innovation Hub tempat bertemunya talenta muda dan inovasi kewirausahaan—dengan melibatkan relawan pengajar. Pilot project akan dimulai di 10 BPVP, tTermasuk BPVP Lotim.
Dirjen Binalavotas Kemenaker, Agung Nur Rohmat, menyoroti dualisme masalah pengangguran dan SDM rendah. “Bonus demografi harus dimanfaatkan, atau justru menghambat pertumbuhan,” katanya. Kebijakan Kemenaker berfokus pada peningkatan daya saing dan produktivitas yang sejalan dengan “Asta Cita” Presiden Prabowo Subianto.
Program MBG sendiri menargetkan 82 juta penerima manfaat. “Anak-anak cerdas dan berdaya saing adalah kunci Indonesia menjadi bangsa besar,” pungkas Menaker. Ia juga menegaskan bahwa BPVP Lotim, meski di bawah Kemenaker, harus memberi manfaat konkret bagi masyarakat NTB. Pelatihan ini menjadi langkah strategis menyiapkan SDM unggul yang adaptif dengan perubahan industri, sekaligus mendukung program prioritas nasional. (rus)



