Selong (Suara NTB) – Gedung pelatihan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur (Lotim)Â berubah menjadi Sekolah Rakyat (SR), siap menampung siswa dari keluarga kurang mampu.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, menegaskan perubahan fungsi gedung milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) ini bersifat sementara. “Ini hanya sementara,” tegas Menaker Yassierli usai meninjau langsung gedung sekolah tersebut kepada media yang hadir.
Perubahan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Kemenaker terhadap program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, yakni Sekolah Rakyat. “Pemberian fasilitas milik Kemenaker RI ini sebagai gedung SR merupakan wujud dukungan kami terhadap program prioritas Presiden,” jelas Yassierli.
Berdasarkan data dari Dinas Sosial Kabupaten Lotim, Sekolah Rakyat di gedung eks-PMI BPVP Lotim ini rencananya akan menampung 100 siswa. Seluruh siswa direkrut khusus dari warga keluarga kurang mampu di wilayah setempat.
Menaker Yassierli juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung proses belajar mengajar. Dalam kunjungannya, beliau mengecek setiap ruangan yang telah disiapkan, mulai dari ruang belajar, ruang guru, hingga laboratorium sekolah. Fasilitas-fasilitas tersebut dikatakan telah siap digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat tersebut.
Dengan demikian, gedung yang semula menjadi tempat peningkatan kompetensi calon pekerja migran, untuk sementara waktu akan berfungsi sebagai wadah pendidikan formal bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Lombok Timur, mendukung program pemerintah pusat. (rus)


