Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar) mengusulkan tanah aset Pemkab Lobar yang ada di desa itu dijadikan sebagai lokasi atraksi budaya Malean Sampi atau karapan sapi. Lokasi atraksi budaya ini dibutuhkan Pihak desa sebagai tempat berkreasi bagi warga untuk melestarikan aneka seni dan budaya di desa itu yang saat ini terancam punah.
Diharapkan budaya Malean Sampi ini bisa menghidupkan desa wisata untuk disuguhkan bagi tamu yang berkunjung ke desa tersebut.
Kepala Desa Nyurlembang Lukma Nul Hakim, kepada media menyampaikan di desanya banyak sekali seni budaya yang harus dilestarikan atau dipertahankan agar tidak punah. Di antaranya, Malean Sampi, Berampek Dulang Ganggas, Gendang Beleq dan lainnya. ‘’Ada juga sejumlah situs budaya di desa itu, seperti Batu Lileh, Dende Solah, dan Pejenengan atau Kemaliq,’’ ujarnya.
Sebagai upaya melestarikan seni dan budaya ini, pihaknya melakukan event kegiatan tiap tahunnya. Pada momen hari ulang tahun desa, seni dan budaya ini ditampilkan. Bahkan pernah diundang pihak provinsi pada HUT desa, pihak Pemprov NTB sangat tertarik melihat seni budaya yang masih terjaga didesa itu. “Bahkan ketika itu, provinsi bertanya apakah ini sudah masuk kalender event daerah (Lobar) mereka ingin ini dilestarikan,” ujarnya.
Sayangnya, ketika acara itu pihak dari Pemkab Lobar tidak hadir memenuhi undangannya. Tak sampai di situ, karena minimnya ruang atau pelibatan pelaku seni di desa itu, membuat pihaknya mencarikan cara agar mereka tetap eksis.
Pihaknya sering diundang oleh daerah lain untuk mengikuti event-event. Bahkan, kelompok kesenian di desa itu dipinjam atau disewa oleh desa tetangga dengan hanya diberikan uang transportasi. Salah satunya pada event pembukaan atau peresmian MotoGP beberapa tahun silam.
Saat ini pihaknya sangat membutuhkan tempat berlatih atau berekspresi bagi warganya agar tepat mempertahankan seni dan budaya ini. Pihaknya pun telah mengusulkan ke Pemkab Lobar untuk penggunaan tanah aset yang ada di desa itu sebagai lokasi Malean Sampi. Sebab desa tidak memiliki tempat untuk mengadakan acara budaya Malean Sampi. (her)


