spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMButuh Keterlibatan Lintas Sektor

Butuh Keterlibatan Lintas Sektor

PEMERINTAH Kota Mataram menargetkan penurunan angka stunting menjadi 5 persen pada akhir tahun 2025. Hingga Bulan Mei, berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Kota Mataram masih berada di angka 7,6 persen.

Upaya penurunan ini diakui Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati, bukanlah hal yang mudah. Dia menyampaikan bahwa penanganan stunting memerlukan strategi jangka panjang serta keterlibatan lintas sektor. Ia menegaskan bahwa penurunan kasus stunting tidak bisa disamakan dengan pengobatan penyakit biasa.

“Kalau pasien sakit bisa minum obat dan sembuh. Tapi stunting tidak seperti itu. Penanganannya kompleks dan memerlukan waktu panjang serta kerja sama dari berbagai pihak,” ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, kemarin.

Meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran, Mirdiati mendorong Pemkot Mataram tetap optimis mencapai target tersebut. Salah satu strategi utama adalah memperkuat kolaborasi dan koordinasi lintas sektor — tidak hanya dari instansi kesehatan, tetapi juga dari sektor pendidikan, sosial, lingkungan, hingga pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak), misalnya, aktif dilibatkan dalam upaya meminimalisir angka perkawinan dini yang menjadi salah satu penyebab utama stunting. Perkawinan usia anak kerap berujung pada kehamilan yang tidak sehat dan kurangnya kesiapan gizi bagi ibu dan anak.

Langkah preventif juga terus dilakukan melalui edukasi dan pemeriksaan rutin kepada ibu hamil, termasuk pemenuhan kebutuhan protein dan gizi yang cukup. Tujuannya adalah mencegah lahirnya bayi prematur yang rentan mengalami stunting di masa pertumbuhan.

“Kami mendorong agar ibu hamil mendapat asupan gizi tinggi, termasuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan selama kehamilan,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Mirdiati juga menekankan pentingnya peran lingkungan dalam mendukung program penurunan stunting. Dengan pendekatan berbasis masyarakat dan keterlibatan semua elemen, mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan, diharapkan intervensi terhadap faktor-faktor risiko stunting bisa lebih optimal.

Meski tidak mudah, Mirdiati meminta Pemkot Mataram tetap berkomitmen menjalankan berbagai program intervensi demi masa depan generasi yang lebih sehat dan bebas dari stunting. Harapannya, dengan sinergi semua pihak, target penurunan angka stunting dapat tercapai sesuai rencana. (fit)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO