Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa, mulai melakukan seleksi terhadap 8 orang calon kepala sekolah di sekolah rakyat (SR) yang sudah memasukkan surat lamaran sebelumnya.
“Mulai hari ini (kemarin, red) para pelamar mulai kita seleksi hingga tanggal 7 Agustus untuk tahap wawancara yang meliputi managerial dan beberapa kompetensi lainnya,” kata Sekretaris Dinas Dikbud, Sudarli, kepada Suara NTB, Selasa, 5 Agustus 2025.
Ia melanjutkan, untuk pengumuman tes akhir seleksi direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus mendatang. Namun jadwal tersebut sifatnya masih tentatif (bisa berubah) sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Memang kita rencanakan tanggal 9 Agustus pengumuman akhir, tetapi kami tetap melihat kondisi di lapangan. Jika lancar-lancar maka tanggal 9 bisa langsung kita umumkan,” ucapnya.
Disinggung terkait rekrutmen tenaga pendidik, Darli mengaku hingga saat ini belum dilakukan. Apalagi sampai saat ini pemerintah belum menentukan kurikulum yang digunakan untuk proses pembelajaran terhadap peserta didik nantinya.
“Kami belum lakukan rekrutmen untuk guru, karena kita perlu sesuaikan dengan kurikulum yang akan digunakan. Kami juga masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Pemerintah,” ujarnya.
Dia pun meyakinkan, pemerintah pada prinsipnya siap mendukung program tersebut apalagi hajatnya untuk masyarakat miskin. Tetapi untuk sementara ini pihaknya belum bisa bergerak lebih jauh karena petunjuk dari Kementerian terkait masih belum diterima.
“Pada prinsipnya kami siap mendukung program pemerintah, bahkan untuk tenaga pendidik yang dibutuhkan untuk sekolah tersebut juga tidak ada masalah tinggal kita tunggu petunjuknya saja,” terangnya.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi sebelumnya sudah meminta agar bisa dilakukan rekrutmen tenaga pendidik secara simultan. Hanya saja pihaknya belum bisa melakukan hal tersebut sebelum ada surat secara resmi seperti dari pemerintah provinsi.
“Kami siap melakukan rekrutmen dengan catatan ada dasarnya berupa surat, jangan sampai kita sudah lakukan rekrutmen tetapi sekolah nya tidak terbangun justru akan menjadi masalah nanti,” tambahnya. (ils)



