Mataram (Suara NTB) – SMAN 1 Gunungsari mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) gelombang 1 pada Senin, 4 Agustus 2025 dan Selasa, 5 Agustus 2025. Pihak sekolah berharap hasil ANBK bisa memberikan gambaran riil kualitas pembelajaran di SMAN 1 Gunungsari.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Gunungsari, Mansur pada Selasa, 5 Agustus 2025 menyampaikan, siswa peserta ANBK berjumlah 45 orang dan lima siswa sebagai cadangan. Siswa berasal dari kelas XI. Pelaksanaan di SMAN 1 Gunungsari cukup lancar sejak dilakukan simulasi pada 19-20 Juli 2025 hingga pelaksanaan ANBK.
“Sekolah berharap hasil ANBK tahun ini dapat memberikan gambaran tentang kondisi riil sekolah terkait tingkat literasi, numerasi dan kualitas pembelajaran, yang selama ini terus ditingkatkan,” ujar Mansur.
Di samping itu pihaknya berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB dapat membaca hasil Rapor Pendidikan setiap sekolah untuk digunakan sebagai dasar pembinaan dan pengembangan sekolah.
“Pembinaan dan pengembangan dapat dilakukan dinas berdasarkan data dan rekomendasi yang tercantum dalam rapor Pendidikan sekolah terkait Kemampuan Literasi, Kemampuan Numerasi, Karakter, Iklim Keamanan Sekolah, Iklim Kebinekaan, dan kualitas Pembelajaran,” saran Mansur.
Sebelumnya, Gladi Bersih ANBK SMA sederajat sudah dilakukan pada Senin, 28 Juli 2025 sampai dengan Kamis, 31 Juli 2025. Kemudian sinkronisasi ANBK pada Jumat, 1 Agustus 2025 sampai dengan Minggu, 3 Agustus 2025.
Komponen asesmen nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Untuk AKM terdiri dari literasi dan numerasi. Survei karakter terdiri dari enam sub topik yang akan disurvei. Diharapkan dari hasil survei karakter akan keluar sebuah paradigma profil pelajar yang disebut profil pelajar Pancasila. Sementara, survei lingkungan belajar, berupa survei kondisi belajar, metode belajar, dan lainnya.
Hasil asesmen tidak menjadi syarat lulus seperti ujian nasional sebelumnya. Asesmen nasional diperuntukkan untuk pemetaan pendidikan, pemetaan kualitas pembelajaran, dan pemetaan mutu siswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Nantinya hasil asesmen nasional akan menjadi salah satu referensi melakukan kebijakan layanan pendidikan di Indonesia pada tahun berikutnya. (ron)


