Tanjung (Suara NTB) – Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Agus Jasmani, menyoroti seringnya rapat-rapat penting problem sosial masyarakat yang menghadirkan eksekutif, hanya diwakilkan oleh staf utusan dinas. Potret ini dinilai memperlambat proses penanganan lapangan.
Salah satu referensi yang diungkap Agus adalah penanganan tingginya angka kasus bunuh diri di KLU. Hingga saat ini, belum diketahui latar belakang persoalan tersebut muncul serta langkah apa yang harus digunakan oleh pemerintah untuk menihilkan kasus.
“Beberapa hal sudah kita sikapi, seperti bundir (bunuh diri), kekerasan seksual. Kami di DPRD pernah mengundang pemerintah pada rapat gabungan Komisi. Ini adalah rapat tertinggi kedua setelah rapat paripurna. Tetapi yang hadir hanya staf, sehingga jalannya pembahasan menjadi tidak maksimal,” ungkap Agus, kemarin.
Ia menekankan, ke depannya agar dalam setiap rapat gabungan Komisi atau pun rapat Komisi membahas persoalan dan aduan masyarakat, Kepala OPD hadir langsung tanpa berwakil. Disadari atau tidak, kehadiran langsung Kepala Dinas sebagai representasi visi misi Bupati, mencerminkan keseriusan OPD untuk menangani permasalahan masyarakat.
“Kemarin (pekan lalu) saat rapat Forkopimda yang dihadiri Wakapolres, kami ingatkan lagi pemerintah terkait persoalan-persoalan di KLU. Kami berpikir mungkin Pemda masih fokus RPJMD, sehingga tindak lanjut penanganan kasus bunuh diri yang kita lihat belum ada,” tandasnya.
Sebelumnya, Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, kepada wartawan mengungkapkan kasus bunuh diri di KLU perlu menjadi perhatian serius. Sebab, hingga pertengahan tahun 2025, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Utara mencatat sebanyak 16 kasus bunuh diri yang terjadi di masyarakat.
“Kami mencermati bahwa banyak di antara kasus ini dipicu oleh faktor ekonomi seperti utang menumpuk, kebangkrutan usaha, hingga penyakit kronis yang tak kunjung sembuh,” kata Agus Purwanta.
Polres Lombok Utara sendiri terus bergerak guna menekan dan mencegah munculnya angka kasus. Kepolisian menggandeng sejumlah pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga instansi pemerintahan terkait. Para Bhabinkamtibmas yang tersebar di berbagai desa aktif memberikan imbauan kepada warga agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tekanan hidup.
“Bhabinkamtibmas kami terus menyampaikan pesan agar masyarakat tidak gegabah mengambil langkah tragis. Kami juga libatkan tempat ibadah sebagai sarana menyebarkan pesan moral dan spiritual, untuk memperkuat iman dan ketahanan batin warga,” demikian Kapolres. (ari)



