spot_img
Selasa, Februari 3, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATMerumahkan Pegawai RSUD, DPRD Ingatkan Dampak pada Pelayanan dan Pengangguran

Merumahkan Pegawai RSUD, DPRD Ingatkan Dampak pada Pelayanan dan Pengangguran

Giri Menang (Suara NTB) – Rencana Bupati Lombok Barat (Lobar) mengurangi 30 persen atau sekitar 235 pegawai RSUD Tripat Gerung mendapat perhatian DPRD Lobar. Meski alasan pengurangan itu untuk efisiensi anggaran, DPRD mengingatkan jangan sampai kebijakan itu menjadi blunder. Terlebih pelayanan kesehatan di Kabupaten Lobar masih perlu mendapat perhatian. Mulai dari SDM  maupun hal-hal teknis yang perlu diperbaiki.

“Pak Bupati harus berhati-hati, jangan sampai di tengah hajat kita mengurangi pengangguran, justru akan menambah pengangguran,” saran Ketua Komisi IV DPRD Lobar, Muhali yang dikonfirmasi, Jumat, 8 Agustus 2025.

Meski politisi PPP mendukung langkah bupati untuk iklim kerja yang bagus. Namun jangan sampai menjadi keputusan keliru atau blunder. Karena kebijakan itu akan berdampak hajat orang banyak. Tentu harus ada solusi yang disiapkan sebelum kebijakan itu diambil.

“Kalau kemudian nanti tenaga honorer dikurangi atau dirumahkan, ada yang punya anak istri, akan ada orang yang perlu dibiayai, lalu apa langkah atau solusi yang disiapkan ? Jangan sampai menjadi masalah, kan kita tahu gaji tenaga honorer tidak seberapa, tetapi itu adalah tugas pengabdian juga. Harus dikaji lebih dalam lagi soal ini,” tegasnya kemudian.

Pihaknya pun berencana memanggil dinas terkait atas rancana itu. Pihaknya ingin mendengarkan langsung  informasi tersebut dan alasannya. “Kami juga akan sampaikan ke jajaran Komisi IV untuk menjadi perhatian serius dan tentunya mencari solusi bersama. Di sektor kesehatan ini kita akui kita masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan,” imbuhnya.

Sebab  Komisi IV DPRD Lobar, melihat kondisi Lobar saat ini masih kekurangan tenaga, khususnya tenaga medis seperti apoteker. Terbukti dengan antrean di dua rumah sakit milik Pemda.”Itu karena tenaga yang kurang. Kesimpulannya, itu butuh tenaga tambahan, kalau justru kemudian dikurangi, perlu dikaji, dan alasannya apa,” tanyanya.

Sebelumnya Bupati Lobar mengancam akan mengganti manajemen RSUD Tripat jika tidak mampu mengurangi jumlah pegawai hingga 30 persen. Pernyataan tegas tersebut disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Tripat, Senin, 4 Agustus 2025. “Saya berikan targetkan sampai Desember 2025 harus dikurangi pegawainya sampai 30 persen. Kalau tidak diindahkan, saya akan ganti manajemen RSUD Tripat,” tegasnya saat sidak tersebut. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO