Selong (Suara NTB) – Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan dukungan besar kepada Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dalam pengembangan benih bawang putih nasional. Tahun 2025 ini, bantuan diberikan untuk pengembangan di lahan seluas 288 hektare, ditambah percepatan (akselerasi) pengembangan seluas 45 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Lotim, Lalu Fathul Kasturi, menegaskan program ini sejalan dengan target pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada bawang putih dan mengurangi ketergantungan impor. “Itu akan kita dukung penuh di Kabupaten Lombok Timur,” ujarnya, Jumat, 8 Agustus 2025.
Penetapan bantuan ini merupakan hasil audiensi Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, dengan jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan kesiapan Lotim menjadi pusat pengembangan bawang putih, baik untuk benih maupun konsumsi.
“Kami mendampingi Bupati melakukan audiensi serta diskusi mendalam dengan Dirjen Hortikultura, bertemu langsung dengan semua direktur. Fokusnya adalah pengembangan bawang putih di Lombok Timur,” jelas Lalu Kasturi.
Pemkab Lotim telah melakukan pemetaan wilayah berdasarkan kesesuaian lahan dan ketinggian. Kecamatan Sembalun, yang berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (MDPL), ditetapkan sebagai sentra produksi benih bawang putih unggul. “Benih harus kita kembangkan. Lombok Timur termasuk salah satu sumber benih nasional,” tegas Kasturi.
Selain Sembalun, pengembangan bawang putih untuk konsumsi akan dilakukan secara besar-besaran di empat kecamatan: Wanasaba, Suela, Aikmel, dan Sikur. Keempat wilayah ini memiliki ketinggian ideal 500–800 MDPL yang sangat cocok untuk budidaya bawang konsumsi.
Penetapan Sembalun sebagai sentra benih dan pengembangan bawang konsumsi di empat kecamatan lainnya menunjukkan keseriusan Lotim dalam mendukung program nasional. Dengan potensi lahan dan iklim yang mendukung, serta dukungan penuh dari Kementan, Lotim diharapkan menjadi kontributor utama ketahanan pangan nasional, khususnya untuk komoditas strategis bawang putih.
Langkah ini menjadi terobosan konkret menuju pengurangan impor dan pencapaian swasembada bawang putih nasional. (rus)



