Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa membutuhkan sekitar 443 orang tenaga operator, baik di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebutuhan ini muncul karena saat ini  jumlah operator dianggap sangat minim.
“Kami baru memiliki 203 tenaga operator sekolah mauli dari tingkat SD maupun SMP sementara kebutuhan kita mencapai 646 orang artinya kita masih kurang sebanyak 443,” kata Sekretaris Dikbud Sumbawa, Sudarli kepada Suara NTB, Jumat, 8 Agustus 2025.
Kebutuhan tenaga operator saat ini dianggap sangat mendesak, karena tugas mereka sangat penting di masing-masing sekolah. Mereka bertugas untuk pendataan siswa, guru, maupun guru kelas yang tersebar di sejumlah sekolah.
“Kami sangat membutuhkan tenaga operator, kami sangat berharap di pengadaan PPPK tenaga operator sekolah ini dibuka formasi sendiri tidak tercampur dengan tenaga teknis,” ucapnya.
Ia mengatakan, tugas operator sekolah salah satunya menyebarkan formulir pendataan Kepala Sekolah, PTK, dan peserta didik untuk dimasukkan ke dalam aplikasi. Kemudian, operator sekolah akan mengirim data yang sesuai dengan formulir tersebut ke server melalui aplikasi dapodik.
“Jadi, tugas operator ini sangat penting, sehingga tidak jarang juga sekolah menempatkan orang dengan tugas ganda karena jumlah yang dimiliki saat ini sangat kurang,” sebutnya.
Ia menambahkan, saat ini tugas tenaga operator sekolah semakin komplek dengan adanya penggunaan data Dapodik sebagai pedoman tunjangan guru. Selain itu penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan Program Indonesia Pintar (PIP) juga menjadi tugas operator.
“Operator sekolah saat ini menjadi pusat informasi bagi Kepala Sekolah, guru, maupun peserta didik yang bertanya soal keakuratan dapodik sehingga kami berharap kekurangan yang kami miliki saat ini bisa ditambah,” pungkasnya. (ils)



