spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBPerbaikan Tiga Ruas Jalan Strategis di NTB Mulai September

Perbaikan Tiga Ruas Jalan Strategis di NTB Mulai September

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan perbaikan tiga ruas jalan besar akan dimulai pada September 2025. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan terhitung dari September hingga akhir tahun.

Kepala Dinas PUPR NTB, Sadimin, mengatakan tiga ruas jalan yang akan diperbaiki antara lain Dasan Geres–Pohgading, Simpang Tano–Seteluk, dan ruas di Lunyuk. Ketiganya masuk dalam paket besar pekerjaan tahun ini yang bersumber dari APBD.

Total anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan tiga ruas jalan tersebut sekitar Rp86 miliar. Dengan rincian anggaran Pohgading-Tanjung-Geres dengan anggaran mencapai Rp28 miliar. Selanjutnya ada jalan Simpang Tano-Seteluk membutuhkan anggaran sekitar Rp39 miliar. Kemudian jalan Lunyuk, Sumbawa dengan anggaran sekitar Rp19 miliar

“Tendernya minggu depan. Setelah itu, paling awal September kita langsung eksekusi. Targetnya empat bulan selesai. Kita maksimalkan, pantau setiap saat, evaluasi, bahkan kalau perlu tambah tukang dan lembur supaya tidak molor,” ujarnya, Sabtu, 9 Agustus 2025.

Selain tiga ruas jalan, Pemprov NTB juga menggarap sejumlah proyek infrastruktur lain seperti Jembatan Konca di Bima dan dua paket jalan menuju Jembatan Kemakmuran di Lembar. Ketiga paket proyek itu masuk Inpres Jalan Daerah (IJD) yang anggarannya bersumber dari APBN.

Beberapa proyek peningkatan jalan dan pemeliharaan berkala juga sudah masuk daftar pelaksanaan tahun ini.

Adapun hingga Bulan Agustus 2025, realisasi kegiatan di Dinas PUPR NTB dari APBD baru mencapai 23–24 persen. Hal ini karena adanya penyesuaian program pasca terbitnya Instruksi Presiden Nomor 3 dan pergantian Gubernur sehingga proses lelang dimulai pada Juni.

“Kan kemarin ada Inpres Nomor 3, kita menyesuaikan visi-misi gubernur baru. Bukan hanya NTB, seluruh Indonesia mengalami hal sama. Akibatnya, proyek yang biasanya dimulai awal tahun, sekarang baru berjalan setengah tahun. Ibaratnya, kita ini lari sambil pakai celana,” katanya.

Meski waktu pengerjaan lebih singkat, Sadimin optimistis seluruh proyek dapat diselesaikan sesuai target. Selain proyek pengembangan jalan, beberapa pembangunan fisik juga masuk dalam daftar proyek PUPR tahun ini.

Di antaranya rehabilitasi rumah dinas Kejati senilai Rp9,4 miliar, rehabilitasi rumah dinas Korem senilai Rp1,6 miliar. Ada juga beberapa proyek-proyek kecil yang bersumber dari Pokir Dewan.

Untuk memastikan proyek Dinas PUPR tahun ini tidak molor seperti proyek PU sebelumnya, Sadimin memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan. Memastikan proyek ini tidak sampai molor tujuh bulan.

“Kita akan pantau setiap saat, kita evaluasi, suruh tambah tukang, lembur, dan sebagainya,” ucapnya. (era)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO