Praya (Suara NTB) – Hingga bulan Juli 2025 kemarin tercatat ada 10,8 persen atau sekitar 8.621 anak dibawah umur lima tahun di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang terindikasi menderita stunting. Jumlah tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan angka pada bulan Juni 2025 sebesar 9,86 persen. Upaya maksimnal pun terus dilakukan Pemkab Loteng untuk bisa menekan angka anak stunting hingga akhir tahun 2025 mendatang.
Dalam rapat koordinasi (rakor) percepatan penurunan stunting yang berlangsung di Ballroom kantor Bupati Loteng, Senin, 11 Agustus 2025 terungkap fluktuasi jumlah kasus anak stunting menjadi tantang tersendiri yang saat ini dihadapi Pemkab Loteng dalam upaya menuntaskan kasus anak stunting di daerah ini. Sehingga dibutuhkan komitmen bersama semua pihaknya untuk bisa menekan kasus stunting.
“Untuk bisa menekan kasus stunting harus ada seriusan dari semua pihaknya disemua level. Mulai dari level desa, kecamatan hingga kabupaten,” terang Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si.
Pemkab Loteng sendiri tetap menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas utama. Hal itu bisa dilihat dari dukungan berbagai program yang dilaksanakan sejauh ini. Mulai dari pemberian makanan bergizi, program imunisasi lengkap dan program terkait lainnya. Dengan sasaran tidak hanya anak stunting, tetapi juga ibu hamil hingga remaja putri.
Hal serupa juga diharapkan bisa dilakukan oleh pemerintah desa. Dengan memberikan dukungan dan intervensi program yang berkaitan dengan penanganan anak stunting. “Kalau semua kita bergerak, yakin kasus stunting bisa ditekan,” ujarnya.
Menurut Nursiah, penanganan stunting di Loteng sejauh ini bisa dikatakan cukup berhasil. Terbukti, dengan penurunan prosentase kasus stunting setiap tahunnya. Meski demikian masih dibutuhkan upaya yang lebih keras agar penurunan kasus stunting bisa lebih maksimal lagi.
Semua itu bisa tercapai kalau semua pihaknya punya komitmen yang sama. Karena memang untuk menekan kasus stunting bukan perkara mudah. “Potensi kita ada. Tinggal sekarang bagaimana kita punya komitmen yang sama. Untuk terus bersama-sama menekan kasus stunting di daerah ini,” terang Sekretaris DPD II Partai Golkar Loteng. (kir)



