Giri Menang (Suara NTB) – Sekolah Rakyat Sekolah Dasar (SRSD) Rintisan di SKB Gunungsari Lombok Barat (Lobar) akan beroperasi bulan ini. Renovasi SKB yang menelan biaya Rp4 miliar tersebut ditargetkan selesai 23 Agustus. Sedangkan untuk rencana pembangunan SR di Wilayah Kuripan sesuai rencana on the track.
Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman, SST, MSIP, MAWG, PhD, mengatakan ia bersama Kepala Dinas Sosial (Disos) H. L. Winengan, Kepala Dinas Dikbud Lobar, Korwil dan Korkab PKH telah menemui Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini.
Pertemuan ini membahas tentang perekrutan siswa SR tahap 1C yang akan berlokasi di SKB Gunungsari, Lobar. “Kita ingin rekrutmen siswa Sekolah Rakyat dilakukan secara transparan, tepat sasaran dan akuntabel,” ungkapnya.
SR SKB Gunungsari Lobar membuka 4 rombel untuk jenjang SD. Jadi akan menerima 100 anak untuk tahun ajaran 2025/2026. “Sangat dimungkinkan siswa berasal dari anak-anak putus sekolah ataupun penyandang disabilitas sebagai perwujudan sekolah inklusi,” lanjutnya.
Ia juga mengaku pertemuannya dengan Bupati Lobar untuk meyakinkan bahwa keberlanjutan SR itu akan terus berjalan ke tahap 2.
“Bima dan KLU sudah disetujui, insya Allah SR mudah-mudahan disetujui. Jadi enak nanti transfer muridnya,” ujarnya.
Menurutnya, jika tahap dua SR itu dibangun di Lobar akan mempermudah transfer siswa, karena tidak terlalu jauh. Seperti diketahui sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan groundbreaking pembangunan SR itu akan digelar pada September.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Lobar memberikan dukungan penuh dan menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk membantu proses rekruitmen calon siswa di Lobar. Menurutnya ini tugas bersama untuk mensukseskan SR di SKB Lobar.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lobar H. Lalu Winengan mengatakan pihaknya akan membuat SK murid yang akan sekolah di SR ini tanggal 15 Agustus.
Ia memastikan siswa yang diterima berdasarkan data masyarakat miskin. Bahkan Winengan memastikan siswa SR itu akan langsung memulai aktivitasnya 18 Agustus 2025. “Tidak ketinggalan pelajarannya, karena dia mondok,” ucapnya.
Winengan cukup optimis nantinya para siswa SR rintisan itu akan pindah di gedung SR di Kuripan. Karena ia mengatakan jika lahan pemda seluas 8,4 hektare sudah sangat sesuai. Optimisme Winengan cukup beralasan. Sebab sebelumnya tim Kementerian Pekerjaan Umum sudah turun melakukan survei lahan milik Pemkab Lobar. Bahkan dari hasil pengecekan lahan, Lobar sangat siap. Winengan memastikan program Presiden RI ini akan berjalan dengan baik di Lobar.
Sementara itu, Kepala Desa Kuripan, Hasbi menyambut baik dan mendukung rencana pembangunan SR di wilayahnya. Bahkan ia meminta pembangunan itu segera direalisasikan dengan dilakukan langkah persiapan perencanaan oleh pemkab.
“Kami berharap ini (SR) direalisasikan karena masyarakat kami sangat antusias. Kalau bisa dipercepat,” harap Hasbi.
Sebagai bentuk dukungan dari desa, pihak pemdes turun membantu sosialisasi SR SD ini kepada masyarakat. Setelah turun sosialisasi ke dua dusun, antusiasme masyarakat sangat besar. Sejauh ini ada hampir 9 anak di desa setempat yang mau mendaftar masuk SDSR. “Alhamdulillah sudah ada sembilan calon murid dari desa kami,” imbuhnya.
Menurutnya keberadaan SR ini akan menjadi lompatan awal kebangkitan perekonomian warga Kuripan. Mulai dari proses pembangunan, warga sekitar bisa ikut ambil bagian entah itu menjadi kuli bangunan atau yang lainnya. ”Pun saat beroperasi nantinya, diharapkan UMKM warga Kuripan bisa masuk untuk mensuplai makanan anak-anak yang bersekolah di sana,” harapnya.
Pihaknya pun akan berupaya lobi ke Pemkab Lobar untuk bisa diberikan peluang bagi UMKM warga untuk masuk ke dalam SR itu. ”Sekolah Rakyat ini bisa dimanfaatkan oleh UMKM, kita akan minta dari pemerintah untuk bisa menyuplay kebutuhan makan,” tegasnya.
Keberadaan SR di Kuripan tersebut juga diharapkan bisa membangkitkan taraf hidup warga sekitar. ”Kami katakan, bagi warga yang tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya, nanti bisa sekolah di sana. Dan ke depannya, anak-anak yang lulus dari sana bisa mengangkat derajat orang tuanya. Itu yang kami katakan ini bagus untuk jangka panjang,” ujarnya. (her)



