spot_img
Sabtu, Februari 28, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA BIMAKemarau Basah, Debit Air di Mataram Mengalami Penurunan

Kemarau Basah, Debit Air di Mataram Mengalami Penurunan

Mataram (Suara NTB) – Meski kemarau tahun ini tergolong kemarau basah dengan hujan yang masih turun sesekali, debit air di sejumlah wilayah Kota Mataram diperkirakan tetap mengalami penurunan. Kondisi ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersiap menyalurkan air bersih bagi warga terdampak.

Plt. Kepala BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki, mengatakan penurunan debit air menjadi perhatian utama, terutama pasokan dari PDAM dan mata air sumur yang digunakan warga. “Kalau di Mataram kekeringan itu memang relatif kurang. Tetapi yang perlu jadi atensi kita adalah debit air yang disalurkan dari PDAM dan mata air yang ada di sumur,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya, puncak penurunan debit biasanya terjadi mulai akhir September hingga awal Oktober. Namun, fenomena kemarau basah membuat pola cuaca sulit diprediksi. “Karena kita kemarau basah, jadi tiba-tiba hujan turun masih bisa saja,” katanya.

Ia mengimbau warga yang mulai mengalami kekurangan air agar segera melapor ke BPBD. “Bagi warga yang mulai merasa sudah kekurangan air, bisa segera melapor ke pihak BPBD untuk disalurkan air bersih,” ujarnya.

BPBD akan mengutamakan suplai ke sumur-sumur yang digunakan bersama oleh warga. “Kita berikan. Kalau sumur yang sifatnya dipakai bersama oleh warga, kita isikan,” tambahnya.

Setiap kali turun ke lapangan, BPBD menyalurkan air menggunakan satu hingga dua armada tangki berkapasitas 5.300 liter. Dari pemantauan, wilayah yang paling rawan penurunan debit air berada di Kecamatan Sandubaya. Beberapa daerah lain juga menghadapi masalah berbeda, di Sekarbela debitnya aman tetapi kualitas air tidak sehat. Sedangkan di wilayah pesisir dan Rusunawa, air menjadi semakin payau.

Keterbatasan armada tangki membuat BPBD menggandeng PDAM, mobil tangki BPBD Provinsi NTB, dan TNI untuk memastikan distribusi air bersih tetap lancar. “Intinya kerja sama lintas sektor,” tegas Muzaki.

Fenomena kemarau basah ini membawa dua sisi, hujan sesekali memang membantu mengisi cadangan air, tetapi penurunan debit tetap terjadi akibat berkurangnya curah hujan secara keseluruhan dan meningkatnya kebutuhan air bersih. BPBD pun mengingatkan warga agar bijak menggunakan air selama musim kemarau, meskipun hujan masih turun sesekali. (hir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO