spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATWarga Batulayar Keluhkan Pelayanan Dasar Jalan, Listrik dan Sinyal Telekomunikasi

Warga Batulayar Keluhkan Pelayanan Dasar Jalan, Listrik dan Sinyal Telekomunikasi

Giri Menang (Suara NTB) – Batulayar merupakan daerah penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi Lombok Barat (Lobar). Puluhan miliar disumbangkan daerah ini per tahun dari sektor pariwisata. Sayangnya, hal itu belum sejalan dengan perhatian dari pemerintah dari sisi infrastruktur dasar di wilayah itu. Masih banyak warga mengeluhkan kondisi jalan dan listrik hingga sinyal telekomunikasi yang dirasakan belum adil.

Seperti di Desa Batulayar Barat, di salah satu dusun di daerah itu bahkan mengeluhkan kondisi listrik yang tidak memadai sehingga di waktu tertentu tegangannya turun. Kepala Desa Batulayar Barat, Marjuni mengakui masih ada satu dusun yakni Dusun Batulayar Utara yang mengeluhkan soal listrik. “Betul, itu di Dusun Batulayar Utara,”katanya, kemarin. Warga dusun setempat pernah mengajukan pemasangan tiang listrik dan gardu ke PLN, namun belum direspons pihak terkait.

Selain listrik, jalan masih jadi kendala utama di samping kekeringan. Enam dusun ini diantaranya Melase, Batulayar, Batulayar Utara, Duduk Atas, Dusun Batu Bolong Duduk, dan Batu Bolong Geria. “Wilayah kami luas, banyak kebun sehingga butuh akses ke permukiman,’’ katanya. Pihak desa sendiri sudah melakukan penanganan tiap tahun melalui DD. Namun dana dari DD terbatas, lebih-lebih untuk program fisik itu berapa persen. Itupun dibagi ke enam dusun. Sehingga butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan jalan-jalan di daerah itu.

Pihaknya berharap Pemkab menangani infrastruktur di desanya. Sebab bagiamana pun daerah Batulayar secara umum menjadi penghasil PAD terbesar bagi Lobar. “Ya Batulayar ini penghasil PAD terbesar untuk Lobar, seharusnya harapan kami mendapatkan perhatian. Kita hanya bangun dari DD saja,”keluhnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Lobar M Munib, mengatakan daerah Batulayar itu memang butuh perhatian dari pemerintah. Pasalnya, beberapa persoalan masih dikeluhkan warga, mulai dari perekonomian daerah pesisir hingga masalah infrastruktur dasar seperti jalan dan pasokan listrik. Politisi PPP itu mengaku menerima aduan dari warga Batulayar Barat, terkait pasokan listrik yang tidak maksimal sehingga cukup menganggu warga setempat.

“Di daerah Batulayar bagian dalam (pedalaman), tegangan (listrik) turun naik, itu jadi permasalahan. Warga datang ke rumah sampaikan ke saya agar disuarakan,”Tegasnya. Politisi PPP ini pun telah menindaklanjuti keluhan warga itu dengan mendatangi PLN. Pihak PLN meminta agar bersurat dengan ditantangani semua warga.

“Pasokan listrik saja mereka belum dapat seperti warga lain dapatkan. Artinya apa,? Itu keadilan belum merata. Dari sisi listrik, padhal itu negara yang mengatur. Tanggung jawab negara, harusnya semua tidak boleh ada yang tidak dapat terlayani, “tegasnya.

Belum lagi persoalan jalan dan sinyal telekomunikasi masih ada daerah blank spot. Kondisi ini menurutnya kontradiktif dengan daerah itu sebagai daerah wisata dengan kemegahannya. Bahkan daerah itu menjadi penyumbang PAD terbesar di Lobar. Justru sebaliknya, warga setempat belum mendapatkan efek yang baik dari pariwisata ini.

“Seharusnya relevan dong dengan kondisi warga nya,”imbuhnya. Karena itu ia mendorong, program pariwisata itu jangan hanya yang mendapatkan tempat wisatanya namun warga pelosok tidak mendapatkan efek. Jangan sampai megah di luar tapi di dalam kondisinya tidak terurus. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO