spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANLewat Bedah Buku, Balai Bahasa NTB Tingkatkan Kompetensi Membaca Murid SD di Mataram

Lewat Bedah Buku, Balai Bahasa NTB Tingkatkan Kompetensi Membaca Murid SD di Mataram

Mataram (Suara NTB) – Balai Bahasa Provinsi NTB menggelar kegiatan Bedah Buku Kebahasaan dan Kesastraan (Peningkatan Kompetensi Membaca) di Aula Serbaguna Perpustakaan Kota Mataram, pada Rabu, 13 Agustus 2025. Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kecakapan literasi murid SD, salah satunya melalui dengan cara mengulas buku.

Kegiatan ini melibatkan 50 peserta, terdiri atas 40 siswa SD dan 10 guru SD. Siswa diajak untuk menceritakan buku yang sebelumnya telah dibaca. Kegiatan ini turut menghadirkan tiga narasumber pemateri, yakni dua orang pemateri dari komunitas dan satu orang pemateri internal.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu inovasi dari Balai Bahas NTB. Terutam untuk meningkatkan literasi di NTB yang sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Nilai literasi di NTB perlu diperkuat. Salah satunya dengan kegiatan cerdas mengulas buku dalam bentuk program Benar-Benar Membaca, Membaca Benar-Benar (BBM-MBB),” ujar Dwi.

Sepuluh sekolah di Mataram yang dilibatkan dalam acara ini akan menjadi laboratorium dari program ini. Nantinya, pihaknya akan meminta tanggapan dari guru pendamping. Ia berharap ada progres keterampilan murid dalam membaca.

Di samping itu, pihaknya juga sengat memlilih lokasi acara di gedung Perpustakaan Kota Mataram agar mendekatkan siswa dengan perpustakaan. “Kami juga menyiapkan buku yang para murid akan ulas. Jadi mereka tidak hanya selesai membaca, tapi juga paham apa yang dibaca. Nantinya mereka bisa menerapkan sehari-hari dengan tingkat usia mereka,” harap Dwi.

Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram, Jemmy Nelwan. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan kualitas baca siswa sejak dini. Sesuai moto yang disampaikan di awal sambutannya, setiap orang wajib menjadikan buku sebagai teman. Ia berterima kasih karena bedah buku ini turut melibatkan Perpustakaan Daerah dan memeriahkan gedung baru di pinggir Kota Mataram.

Jemmy juga menyampaikan bahwa gedung perpustakaan ini terbuka untuk kegiatan-kegiatan kebahasaan dan kesastraan lainnya. Ia menargetkan perpustakaan menjadi ruang paling ramah literasi bagi masyarakat dari kalangan mana pun.

Selepas kegiatan dibuka, bedah buku dimulai. Siswa dibagi menjadi dua kelas, yakni siswa kelas 3 SD di ruang baca anak dan siswa kelas 5 SD tetap di ruang serbaguna. Hurmayani, pemateri dari Komunitas Rumah Baca Nusa mengajak anak-anak kelas 5 bermain sebelum membedah buku. Permainan yang dihadirkan adalah permain melatih fokus dengan cara memberi arahan siswa untuk membuat gerakan-gerakan tertentu. Selepas bermain, siswa diminta menceritakan satu per satu buku yang telah mereka baca. Di sesi berikutnya, siswa mengembangkan apa yang telah disampaikan dalam bentuk tulisan.

Di kelas 3 SD, Indriana Mitra Sari dari Perpustakaan Lembah Hijau menggunakan metode berbeda. Ia terlebih dahulu membacakan satu buah buku lalu memberi ulasan terkait buku tersebut. Siswa kemudian melakukan hal yang sama sebagai bentuk praktik baik. Dalam pelaksanaannya, siswa kelas 3 SD mendapat pendampingan langsung dari guru pendamping.

Beberapa siswa mengaku kegiatan ini memberi dampak pada keinginan mereka untuk membaca lebih banyak. Khanza dan Vidya, siswa kelas 5 dan 3 SDN 2 Cakranegara menyampaikan bahwa mereka ingin kembali ke Perpustakaan Kota Mataram untuk membaca buku-buku yang ada di sini dan menceritakan kembali isi buku pada orang tua dan kakak adik mereka. Safia, siswa SDN 47 Mataram, mengaku senang dan makin bersemangat membaca. Ia akan memastikan buku loh harian BBM-MBB terisi penuh selepas kegiatan dilakukan.

Dwi berharap pengimbasan juga dilakukan oleh setiap guru yang hadir dalam bedah buku kali ini. Dwi berharap, selanjutnya, guru-guru mengimbaskan bentuk kegiatan yang sama kepada guru-guru lainnya di sekolah masing-masing. Tim Balai Bahasa juga akan melakukan evaluasi hasil membaca siswa melalui log harian yang dicatat guru dalam buku BBM-MBB selepas pelaksanaan kegiatan. (ron)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO