spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPembangunan Pasar Ikan Higienis, Wali Kota Mataram Minta Dituntaskan Tahun Ini

Pembangunan Pasar Ikan Higienis, Wali Kota Mataram Minta Dituntaskan Tahun Ini

Mataram (Suara NTB) – Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana meminta pembangunan pasar ikan higienis di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan dituntaskan tahun ini. Hal ini akan memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat setempat. “Tahun ini pasar ikan higienis harus tuntas dikerjakan,” terangnya.

Menurut Mohan, pembangunan pasar ikan higienis sangat mendesak dibangun karena pasar ikan sementara di depan Makam Bintaro menimbulkan polusi (bau,red) serta kemacetan. Pasar ikan tidak tertata dengan baik sehingga berpotensi mengganggu wisatawan yang berlibur ke Senggigi.

Orang nomor satu di Kota Mataram menambahkan, pasar ikan disiapkan sesuai konsep pasar yang bagus dan menjadi satu kesatuan dengan kawasan Rusunawa dan Huntara, sehingga diharapkan memberikan manfaatkan ekonomis bagi penghuni Huntara dan Rusunawa. “Masyarakat bisa mengambil inisiatif di sana supaya memberikan tambahan ekonomi mereka,” ujarnya.

Wali Kota mengakui, penataan kawasan ini terhambat akibat adanya resistensi dari masyarakat. Di satu sisi, proyek ini harus berjalan sehingga masyarakat yang tinggal di Huntara digeser dan dibangunkan hunian seperti yang dibangunkan sekarang ini pasca penggusuran di Lingkungan Pondok Perasi.

Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram H. Irwan Harimansyah menambahkan, pembangunan pasar ikan higienis tidak bisa rampung tahun ini. Anggaran yang diperoleh hanya Rp600 juta untuk menyelesaikan bagian talud dan lantai saja. Sementara, atap lapak akan dialokasikan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2026. “Kita butuh dana Rp3 miliar-Rp4 miliar. Saat ini, kita dibantu oleh pihak PLN untuk pengurukan,” tambahnya.

Irwan mengakui, aktifitas pedagang di lokasi saat ini, mengganggu masyarakat terutama wisatawan yang berkunjung ke Senggigi. Selain menimbulkan bau, juga kemacetan sehingga sering dikeluhkan oleh pelaku pariwisata. “Kita upayakan secepatnya bisa selesai,” demikian kata dia. (cem)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO