Taliwang (Suara NTB) – Serapan anggaran pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat di tahun ini masih terhitung rendah. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) per 13 Agustus 2025. Realisasi belanja APBD KSB secara keseluruhan baru mencapai 54,14 persen atau sebesar Rp728,97 miliar dari total alokasi Rp1,34 triliun.
Menanggapi kondisi itu, Sekretaris Daerah (Sekda) KSB, Hairul menyatakan, pemerintah akan segera memaksimalkan serapan anggaran di semester kedua tahun ini. “Insyaallah bisa kita kejar dan akan memaksimalkan serapannya sampai akhir tahun,” kata Sekda, Jumat, 15 Agustus 2025.
Sekda bilang, pemeritah telah mengukur seluruh program yang telah disusun dalam Perubahan APBD 2025. Setiap program juga telah disesuaikan dengan perencanaan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjalankannya pada sisa waktu yang tersedia hingga akhir tahun ini. “Artinya kita sudah punya gambaran bahwa program yang dianggarkan di perubahan (APBD) itu bisa terlaksana semuanya untuk memaksimalkan serapan anggaran,” ujarnya.
Pada awal bulan September mendatang, Sekda memastikan seluruh OPD sudah dapat memulai melaksanakan setiap program kerjanya yang ditetapkan di Perubahan APBD 2025. “Kemarin (Kamis) Perubahan APBD sudah diketok. Minggu depan kita lakukan evaluasi bersama provinsi, mungkin sampai akhir bulan. Dan awal September kita sudah bisa kejakan,” paparnya.
Program-program OPD yang disiapkan pada semester kedua ini sangat padat. Sebab sebagian besar mulai difokuskan untuk mengeksekusi berbagai kegiatan pada Program Kartu Sumbawa Barat Maju. Program unggulan Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah dan wakilnya Hj. Hanipah.
“Semua program Kartu Sumbawa Barat Maju dan Sumbawa Barat Hebat di mulai tahun ini. Makanya kita semakin optimis penyerapan anggaran kita akan maksimal,” tukas Sekda.
Pemda KSB memang perlu memperhatikan betul serapan belanjanya tahun ini. Sebab mengacu data DJPK Kemenkeu terdapat anggaran besar yang saat ini masih mengendap di kas daerah karena impresifnya realisasi pendapatan daerah. Angkanya mencapai Rp1,15 triliun dari target Rp1,13 triliun yang ditetapkan di APBD 2025.
Namun capaian pendapatan itu tidak sejalan di sisi belanja. Pada kurun waktu yang sama, Pemda KSB baru bisa memanfaatkan atau membelanjakan dana tersebut sebesar Rp728,97 miliar. Angka capaian itu tentu relatif kecil, terlebih jika dibanding dengan koreksi pendapatan yang baru-baru ini ditetapkan pada Perubahan APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun. (bug)


