Sumbawa Besar (suarantb.com) – Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, mengapresiasi program bale berdaya yang dicanangkan PT Amman Mineral bersama Kumpul.Id sebagai salah satu bentuk upaya memajukan UMKM.
“Saya sangat berterima kasih kepada PT Amman dan Kumpul.Id yang telah berbaur dengan masyarakat dalam menjawab tantangan yang dihadapi UMKM lokal, khususnya dalam peningkatan kapasitas, kualitas, dan produktivitas,” kata Haji Jarot, Sabtu (16/8/2025).
Pemerintah daerah dan perusahaan swasta telah meluncurkan berbagai program untuk mendukung pengembangan UMKM. Seperti pelatihan, pendampingan, serta akses ke pemasaran yang didukung ekosistem kewirausahaan.
“Program Bale Berdaya memungkinkan UMKM untuk tumbuh dan berkembang secara baberkelanjutan serta meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.
Haji Jarot, memastikan akan memberikan ruang untuk program Bale berdaya dalam melakukan aktivitas pendampingan dan pembinaan terhadap para pelaku UMKM. Apalagi pemberdayaan UMKM merupakan program prioritas di pemerintahan Jarot-Ansori lima tahun kedepan.
“Kami sangat bersyukur 105 UMKM yang menjadi binaan PT Amman dan Kumpul. Id di program Bale berdaya sudah lengkap legalitasnya. Baik sertifikasi halal, izin berusaha termasuk di bidang kesehatan,” ucapnya.
Haji Jarot meyakinkan, pemerintah juga berkomitmen untuk terus melanjutkan program tersebut di beberapa kecamatan lainnya tidak hanya di 7 kecamatan. Sehingga kedepan UMKM di Sumbawa bisa lebih cepat maju dan berkembang.
“Potensi alam yang kita miliki sangat besar baik yang berhubungan dengan makanan, industri, dan pariwisata untuk kita kembangkan sebagai salah satu program prioritas,” terangnya.
Community Development Manager Amman, Dimas Purnama, mengatakan program Bale Berdaya adalah cerita tentang sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi dilakukan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkesinambungan
“Melalui inisiasi dan kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat ekonomi Sumbawa melalui pemberdayaan dan meningkatan kapasitas UMKM, membantu meningkatkan pendapatan,” ucapnya.
Ia menambahkan, pendampingan yang dilakukan komprehensif, dari hulu ke hilir, diawali dengan pemetaan UMKM di 7 kecamatan. “Tujuannya jelas, economic empowerment, menguatkan masyarakat lewat pemberdayaan ekonomi,” imbuhnya.
Ia tidak menampik, ada banyak komoditas lokal yang permintaannya cukup tinggi dan diminati oleh masyarakat di luar Sumbawa. Sehingga dengan program Bale Berdaya diikhtiarkan untuk membawa UMKM-UMKM lokal Sumbawa khususnya kecamatan Lunyuk ke level yang lebih luas.
“Disamping pengembangan UMKM, salah satu elemen penting dari Bale Berdaya yakni meningkatkan kapasitas tenaga muda yang ada di kabupaten Sumbawa, ” tambahnya.
Berdasarkan data saat ini ada sekitar 40 pemuda fasilitator yang berpotensi di Sumbawa dan sudah diberikan pelatihan akan terus di update pelatihan nya. Pihaknya juga akan terus mendampingi UMKM lokal yang terdampak program untuk terus dikembangkan.
“Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini dalam membantu UMKM lokal dalam meningkatkan kualitas dan pemasaran produk unggulan UMKM nya,” timpalnya.
Founder dan Chairperson KUMPUL, Faye Wongso, menuturkan bahwa keberhasilan program Bale Berdaya di Sumbawa adalah hasil kerja kolektif. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, dan masyarakat, UMKM Sumbawa mampu naik kelas dan bersaing lebih luas.
“Kami senang bisa bermitra dengan UMKM di Sumbawa dan dalam dua tahun pendampingan, rata-rata pengetahuan UMKM meningkat 44,7 persen, revenue naik hingga 60 persen dan kini 100 persen sudah memiliki NIB, sertifikasi halal, BG financing, serta QRIS,” sebutnya.
“Program Bale Berdaya hanya kendaraan tapi sesungguhnya potensi UMKM Sumbawa sudah bergerak dengan sendirinya. Kami pun akan terus bersinergi dengan pemerintah dalam pengembangan lebih lanjut terhadap UMKM lainnya,” tukasnya. (ils)



