spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEProgres Rencana Pembangunan Kereta Gantung Rinjani Tembus 75 Persen

Progres Rencana Pembangunan Kereta Gantung Rinjani Tembus 75 Persen


Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan progres pembangunan kereta gantung rinjani telah mencapai 75 persen. Meski sempat tersebar isu pembangunan proyek “Kereta Gantung Rinjani” ini batal, Pemprov memastikan proyek tetap berlanjut.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Eva Dewiyani mengatakan proyek kereta gantung Rinjani masih terkendala izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di Kementerian Kehutanan.

“Sebenarnya sudah di ujung, sudah di 75 persen yang mereka urus. Karena ini memang dari lama, pas Covid sekitar tahun 2019–2020,” ujarnya, Selasa, 19 Agustus 2025, sambil menekankan pentingnya keberlanjutan proyek Kereta Gantung Rinjani.

Walau begitu, perusahaan asal Cina selaku investor proyek tersebut sudah memiliki nota kesepahaman (MoU) sejak beberapa tahun lalu. Tepatnya di tahun 2022.

Pemprov NTB, lanjut Eva hingga kini masih menunggu proses perizinan Amdal selesai. Untuk selanjutnya diproses izinnya di daerah.

“Kita menunggu saja kalau di DPMPTSP, kan kita ujung. Nanti kalau sudah keluar perizinannya ya kita tinggal jalanakan saja. Kan izinnya tidak keluar dari provinsi karena PMA,” lanjutnya.

Adapun ia mengaku, selaku pemerintah daerah, pihaknya mendukung proyek kereta gunung Rinjani segera terealisasi. Namun, tetap mengedepankan sisi alam dan lingkungan yang ada di kawasan gunung Rinjani.

“Intinya kita harus memperhatikan dari sisi lingkungan, sosial budaya, adat istiadat. Bagaimana Gunung Rinjani masih harus dikaji juga. Makanya kemarin hadir dari Dinas Pariwisata selain dari perizinan. Kemudian juga dari Dinas LHK,” jelasnya.

Proyek Kereta Gantung

Pembangunan proyek kereta gantung Rinjani sepanjang 7-9 kilometer berlokasi di kawasan hutan Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah itu menghabiskan anggaran sekitar 6,7 miliar.

Pemprov NTB bersama dengan PT ILR selaku investor telah melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama di tahun 2022 lalu sebagai bagian dari pengembangan Kereta Gantung Rinjani.

Bukti realisasi proyek ini, beberapa waktu lalu tim PT ILR melakukan pertemuan dengan Gubernur membahas terkait progres proyek tersebut. Mereka memaparkan kondisi Perusahaan dan kerja sama dengan Pemprov NTB yang telah terjalin sejak beberapa tahun sebelumnya.

“Ketika bertemu Gubernur mereka cuma memaparkan saja. Kan Pak Gubernur baru, jadi belum tahu juga harus di-update terkait dengan perusahaan tersebut. Perusahaannya dari Cina belum tahu Pak Gubernur. Jadi ternyata sudah ada semacam MoU dari dulu,” pungkas Eva. (era)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO