spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIHotel di NTB Hentikan Pemutaran Murrotal Al-Qur’an karena Polemik Royalti Hak Cipta

Hotel di NTB Hentikan Pemutaran Murrotal Al-Qur’an karena Polemik Royalti Hak Cipta

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah hotel di Nusa Tenggara Barat (NTB) memutuskan untuk menghentikan sementara pemutaran murrotal Al-Qur’an di kamar dan area publik. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran mengenai potensi kewajiban pembayaran royalti hak cipta atas rekaman suara (fonogram), termasuk bacaan ayat suci Al-Qur’an.

Rega Fajar Firdaus, pengelola hotel di Mataram sekaligus Sekretaris dan Bendahara Asosiasi Hotel Mataram, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan karena adanya ketidakjelasan regulasi mengenai murrotal yang dikategorikan sebagai fonogram.

“Dalam Undang-Undang Hak Cipta, fonogram didefinisikan sebagai setiap suara atau rekaman yang diproduksi oleh label atau artis. Dari sini muncul kekhawatiran kami bahwa murrotal pun bisa dikenai royalti,” ujarnya pada Selasa (19/8/2025).

Rega menambahkan bahwa beberapa kasus di daerah lain menunjukkan bahwa bahkan suara alam dan kicau burung yang digunakan untuk menciptakan ambience hotel tetap dikenai royalti. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tambahan bagi pelaku usaha perhotelan.

Menurut Rega, meskipun belum ada tagihan khusus untuk murrotal, sistem perhitungan royalti oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) atau pihak terkait umumnya dilakukan berdasarkan jumlah kamar hotel, bukan jenis suara yang diputar. “Walaupun tidak memutar musik di kamar, royalti tetap dikenakan. Ini yang kami rasa cukup memberatkan secara ekonomi,” jelasnya.

Penghentian murrotal berdampak langsung pada suasana hotel yang kini dirasakan lebih sunyi dan kurang religius. Padahal, murrotal rutin diputar untuk menciptakan nuansa tenang dan spiritual, yang menjadi nilai tambah bagi kenyamanan tamu.

Pelaku industri perhotelan di NTB berharap pemerintah dan lembaga terkait dapat memberikan kejelasan hukum dan mempertimbangkan pengecualian untuk rekaman murrotal. “Kami tidak menjual musik. Yang kami sediakan hanyalah kamar dan suasana. Jika aturan ini tidak ditinjau kembali, bisa berdampak pada kualitas layanan dan kenyamanan tamu,” pungkas Rega. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO