spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaEKONOMINTB Targetkan Ekspor Produk Unggulan ke Lima Benua

NTB Targetkan Ekspor Produk Unggulan ke Lima Benua

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan produk unggulan daerah mampu menembus pasar ekspor di lima benua. Saat ini, sejumlah komoditas seperti kopi, kemiri, dan cabai telah merambah pasar Asia dan Timur Tengah. Ke depan, Dinas Perdagangan NTB berupaya memperluas jangkauan ekspor ke Eropa, Amerika, dan Afrika.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Jamaludin Malady, mengatakan langkah ini sejalan dengan program hilirisasi agar produk daerah bisa diekspor langsung tanpa melalui pelabuhan di luar NTB, seperti Surabaya. Target ekspor ke lima benua juga mendukung visi-misi Gubernur NTB dan Wakilnya, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal – Hj. Indah Damayanti Putri, yakni “Makmur Mendunia.”

“Target kita ekspor ke lima benua. Asia dan Timur Tengah sudah berjalan dengan komoditas cabai, kemiri, dan kopi. Ke depan, kami optimis produk NTB bisa menembus pasar yang lebih luas jika hilirisasi berjalan baik,” ujar Jamaludin, Rabu, 20 Agustus 2025.

Untuk mendukung target tersebut, Dinas Perdagangan bersama Bank Indonesia rutin memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM, baik yang baru merintis maupun yang sudah berpengalaman. Pelatihan mencakup pemahaman standar ekspor, kualitas produk, hingga regulasi perdagangan internasional.

“Menjual produk di pasar global jauh lebih menguntungkan dibandingkan pasar lokal. Harga di luar negeri lebih tinggi, tapi tentu kualitas harus memenuhi standar internasional,” jelas Jamaludin.

Pemerintah daerah juga menyiapkan subsidi biaya pengiriman sampel produk ke luar negeri untuk mempercepat realisasi ekspor. Skema ini diberikan agar UMKM tidak terbebani modal awal.

“Ketika eksportir mencari buyer, biasanya diminta mengirim sampel. Dinas Perdagangan hadir untuk membantu pembiayaan pengiriman, bahkan hingga Rp5 juta per produk. Dengan begitu, buyer bisa menilai kualitas dan melakukan pemesanan dalam jumlah besar,” katanya.

Selain pelatihan dan subsidi, Dinas Perdagangan NTB menjalin sinergi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Bea Cukai, serta perbankan. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat proses perizinan, pembiayaan, dan distribusi produk ekspor.

Jamaludin optimis, meski menghadapi sejumlah tantangan, target ekspor ke lima benua dapat tercapai. “Dengan kolaborasi semua pihak dan semangat pelaku usaha, NTB bisa menjadi daerah penghasil produk ekspor unggulan. Tidak hanya tambang, tetapi juga sektor pertanian dan UMKM,” pungkasnya. (bul)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO