Mataram (Suara NTB) – Sektor properti di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat pada pameran perumahan (property expo) yang digelar Real Estate Indonesia (REI) NTB. Ribuan unit rumah subsidi berhasil terjual, bahkan hampir mencapai target 2.000 unit.
Ketua REI NTB, Hery Athmaja, mengapresiasi arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembangunan rumah subsidi secara berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan tersebut mampu menggerakkan perekonomian, khususnya di daerah.
“Di NTB, animo masyarakat untuk membeli rumah semakin tinggi. Hampir semua unit yang dipasarkan saat expo kemarin di Mataram laku terjual. Target 2.000 unit hampir tercapai,” ungkap Hery, Rabu, 20 Agustus 2025.
Expo perumahan yang digelar di berbagai daerah, termasuk Lombok Timur, berhasil menjaring banyak konsumen. Perbankan juga memberikan kemudahan dengan program one day approval.
“Masyarakat cukup membawa KTP, slip gaji, dan dokumen sederhana lainnya. Dalam satu hari, sudah bisa mendapatkan kepastian pembiayaan,” jelas Hery.
Sebagian rumah subsidi yang dipesan sudah siap huni, sementara lainnya masih dalam tahap pembangunan. Meski begitu, pesanan yang masuk memberi optimisme baru bagi para pengembang.
Pemerintah menaikkan kuota rumah subsidi nasional dari 220 ribu menjadi 310 ribu unit. NTB sendiri menargetkan bisa mengambil porsi sekitar 6 ribu unit. Harga rumah subsidi di wilayah ini masih berada di kisaran Rp185 juta.
“Kuota naik, harga belum berubah. Kami optimis target 6 ribu unit bisa tercapai,” tegasnya.
Menurut Hery, bangkitnya sektor properti akan menggerakkan setidaknya 176 jenis usaha, mulai dari material bangunan, jasa konstruksi, hingga tenaga kerja lokal. “Kalau sektor perumahan hidup, otomatis usaha-usaha lain ikut bergerak. Karena itu, sektor properti bisa menjadi motor penggerak ekonomi NTB,” ujarnya.
Antusiasme pengembang juga meningkat setelah melihat respons masyarakat. Beberapa bahkan berseloroh siap menggelar expo setiap pekan bila minat pembeli tetap tinggi.
“Alhamdulillah, ada titik terang. Teman-teman pengembang semakin bersemangat. Semoga enam bulan ke depan sektor properti NTB makin menggeliat,” pungkas Hery. (bul)


