Bima (Suara NTB) – Program Selasa Menyapa di Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ribuan warga dari berbagai desa hadir meramaikan kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2025 hingga Rabu, 20 Agustus 2025.
Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, mengaku bersyukur melihat respons masyarakat yang begitu positif.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Ini pertama membuktikan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi mereka. Kedua, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak camat dan seluruh kepala desa atas sosialisasi program Selasa Menyapa di Kecamatan Palibelo. Sungguh bagus,” ujarnya kepada Suara NTB, Rabu, 20 Agustus 2025.
Meski kegiatan hanya berfokus pada dua desa, yakni Desa Belo dan Desa Bre, warga dari desa-desa lain juga berdatangan. Irfan menegaskan, program ini memang terbuka bagi semua. “Memang Selasa Menyapa itu dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.
Irfan menambahkan, pelaksanaan program ini fleksibel. Meski namanya Selasa Menyapa, kegiatan bisa digelar di hari lain sesuai kesepakatan bersama. “Untuk hari sebenarnya kita fleksibel saja. Kalau memang masyarakat dan pemda sepakat di hari lain seperti Kamis, Jumat, atau Sabtu, bisa dilaksanakan. Namanya saja Selasa Menyapa. Kita fleksibel, sesuai kesepakatan antara kami dan desa yang dituju,” katanya.
Kegiatan Selasa Menyapa di Palibelo menghadirkan seluruh OPD lingkup Pemkab Bima. Tercatat sekitar 48 jenis layanan tersedia bagi masyarakat. Tidak hanya itu, pihak luar juga ikut serta, mulai dari PLN, Samsat, BUMD, hingga Baznas. Semua layanan diberikan gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan bergizi untuk ibu hamil dan balita, hingga pelayanan administrasi. Hanya Samsat yang tetap berbayar, tetapi mereka memberi hadiah menarik bagi wajib pajak.
Salah seorang warga Desa Ntonggu, Tifani, mengaku senang dengan adanya program ini. “Walaupun lokasinya lumayan jauh dari desa sendiri, tapi tidak apa-apa. Mumpung di kecamatan sendiri,” ucapnya.
Tifani tidak sekadar berkunjung. Ia juga membawa produk olahan khas desanya berupa bolu tape. “Karena Desa Ntonggu itu punya ciri khas sebagai desa yang memproduksi tape singkong di Kecamatan Palibelo, jadi saya inisiatif membuat bolu dari tape. Alhamdulillah, laku semua kurang dari satu jam,” ungkapnya sambil tersenyum.
Pantauan Suara NTB di lokasi, masyarakat memenuhi area acara dengan tertib sehingga suasana berlangsung ramai dan meriah. Lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat. Namun aparat dan panitia mengatur jalannya kegiatan dengan baik sehingga tidak menimbulkan kepadatan berlebihan. Antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.
Program yang digelar selama dua hari ini tidak hanya memudahkan masyarakat mendapatkan layanan publik, tetapi juga membuka ruang ekonomi kreatif. Warga dapat memasarkan produk unggulan desanya, sekaligus memperkuat interaksi sosial dengan pemerintah daerah.
Wakil Bupati Irfan menegaskan, Selasa Menyapa akan terus dilaksanakan di berbagai kecamatan. Ia berharap program ini menjadi sarana pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat. “Kami ingin masyarakat merasa terlayani dan terbantu. Karena itu, semua dinas harus hadir bersama-sama. Ini bukan sekadar program, tapi wujud pengabdian,” tandasnya. (hir)



