Mataram (Suara NTB) – Sejumlah harga komoditas di beberapa daerah di NTB terpantau mengalami kenaikan. Misalnya beras, cabai dan minyak goreng. Tidak hanya di NTB, namun di sebagian besar wilayah Indonesia juga mengalami kenaikan beberapa jenis komoditas. Sehingga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan Pemda agar terus melakukan pengendalian harga di lapangan.
“Tak henti-hentinya saya mengingatkan kembali bahwa kita selalu memiliki grafik yang sama setiap tahun. Saya pelajari semua yang berkaitan dengan beras, bawang, cabai dan lainnya selama lima tahun ke belakang. Ada yang turun dan naik,” kata Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang berlangsung Senin, 29 Juli 2024 secara hibrid.
Ia mengatakan, dalam beberapa minggu terakhir, harga beras secara nasional mengalami kenaikan. Karena itu harus dilakukan antisipasi betul agar tidak terus mengalami kenaikan yang bisa menimbulkan inflasi dan merugikan masyarakat.
“Jangan jatuh di lubang yang sama. Karena dalam lima tahun itu grafiknya sama setiap tahun. Upaya-upaya yang harus kita lakukan dalam jangka menengah kedepan tentunya harus menjadi perhatian kita,” katanya.
Berkaitan dengan distribusi barang, Tomsi masih melihat adanya gangguan sehingga berdampak pada ketidaklancaran arus distribusi. Tentunya hal ini harus menjadi bahan evaluasi sesuai dengan tanggung jawab masing- masing.
Tomsi mengatakan, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti beras dan cabai. Cabai misalnya terpantau mengalami kenaikan di 202 kabupaten/kota se Indonesia. Di NTB, kenaikan harga cabai terpantau di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Bima, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Cabai rawit di NTB misalnya berada di angka Rp61 ribu per kg, cabai merah keriting sekitar Rp43 ribu per kg, cabai merah besar sekitar Rp35 ribu per kg.
Karena itulah ia meminta kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan persoalan ini. Terlebih penanaman cabai rawit cukup gampang. Menurutnya, hal ini berkaitan dengan keinginan yang kuat dari pimpinan daerah.
“Kalau kita tak buat perencanaan dengan melihat dari tahun-tahun yang lalu dari bulan kapan cabai ini naik, tentunya ini akan terus terjadi. Saya harapkan ini menjadi atensi teman-teman kepala daerah, khususnya Dinas Pertanian,” harapnya.
Selain cabai, minyak goreng juga terpantau naik di 174 kabupaten/kota. Adapun di NTB, minyak goreng yang terpantau naik di Lombok Timur dan Lombok Barat yaitu di harga sekitar Rp17 ribu dengan merek Minyak Kita dan minyak goreng premium di harga Rp19 ribu per liter. Sehingga Pemda harus turun melakukan pengecekan harga.
“Kalau ada distributor yang nakal sebaiknya dicabut izin usahanya. Bisa saja dia (distributor-red) menahan sehingga harga di 174 kabupaten/kota ini naik,” katanya.
Sementara harga beras terpantau naik di 120 kabupaten/kota se Indonesia. Adapun di NTB terpantau naik di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara. Harga beras medium antara Rp13.250 hingga Rp14.000 per kg, sementara beras premium antara Rp13.00 hingga Rp15.500 per kg.
“Butuh kerja sama dari Bulog dan daerah. Begitu juga berkaitan dengan minyak goreng agar cek distribusinya, dan cabai rawit berkaitan dengan penanamannya,” katanya.(ris)



