Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan (Kukmindag) Sumbawa, memastikan identifikasi terhadap kantin sekolah untuk program sertifikasi halal terus berproses. Pihak Dinas Kukmindag langsung datang ke sekolah terkait progam tersebut.
“Teman-teman masih melakukan proses identifikasi di sekolah untuk program tersebut. Kami juga berupaya untuk mempercepat proses itu termasuk calon pesertanya,” Kata Kepala Dinas Kukmindag, E. S. Adi Nusantara, kepada Suara NTB, Kamis, 21 Agustus 2025.
Dia melanjutkan, berdasarkan data untuk sementara ini sudah ada sekitar 27 kantin sekolah yang sudah dilakukan pendataan. Pihaknya juga berencana untuk mengundang kantin sekolah di perkotaan Sumbawa untuk dilakukan sosialisasi.
“Memang masih sedikit sekolah yang sudah terdata, tetapi teman-teman di dinas terus bekerja untuk melakukan pendataan di sekolah lainnya,” ujarnya.
Ia melanjutkan, sertifikasi halal bertujuan memastikan makanan yang dikonsumsi siswa benar-benar terjamin sesuai syariat islam. Selain kantin, SPPG untuk MBG juga akan diminta untuk melakukan sertifikasi halal terhadap produk yang dihasilkan.
“Semua jenis produk yang ada di kantin sekolah dan SPPG baik yang dibuat sendiri atau pun titipan orang lain, sehingga yang dikonsumsi siswa di sekolah itu terjamin,” ujarnya.
Sertifikasi halal juga akan dilakukan terhadap pelaku usaha yang menjual barangnya dengan menggunakan mobil boks. Apalagi kuota program sertifikasi halal dari pemerintah ini sangat banyak, sehingga pihaknya akan berupaya mendorong mereka untuk mengurus sertifikat halalnya.
“NTB mendapatkan kuota sertifikasi halal untuk 11.000 jenis usaha di 10 kabupaten/kota dan kami berikhtiar agar Sumbawa bisa mendapatkan kuota yang lebih banyak dari kabupaten/kota yang lain,” tutupnya. (ils)


