Giri Menang (suarantb.com) – Badan Amil Zakat Nasionalis (Baznas) Lombok Barat terus menunjukkan komitmen dan kerja nyata dalam membantu umat serta daerah, melalui Zakat Infaq Sedekah (ZIS) yang berhasil dikumpulkan. Seperti pada momen memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) kali ini, Baznas Lobar memberikan kepeduliannya dengan menyalurkan ZIS senilai Rp816 juta kepada 1.043 orang penerima.
ZIS tersebut disalurkan berupa beasiswa, santunan kepada mualaf serta Guru Tidak Tetap (GTT). Penyaluran dilakukan langsung Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini didampingi Wabup Hj Nurul Adha, Ketua Baznas TGH. Muhammad Taisir Al-Azhar bersama komisioner lainnya pada Kamis (21/8/2025). Dihadiri juga jajaran Forkopimda dan kepala OPD terkait beserta ratusan penerima bantuan.
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) berharap bantuan yang diterima dimanfaatkan seoptimal mungkin. Terutama bagi mahasiswa bisa dipergunakan untuk keperluan dalam menyelesaikan pendidikanya.
“Kalau sudah berhasil dengan pendidikan, mari bersama-sama membangun Lobar demi Lobar yang maju, mandiri dan berkeadilan,” ungkapnya.
Selain itu, LAZ juga berpesan kepada Baznas Lobar untuk memiliki big data penerima yang jelas by name by address. Agar dampak santunan yang sudah diberikan dapat terukur, terutama pada bagiamana mengintervensi kemiskinan di Lobar. “Sehingga betul-betul penentasan kemiskinan itu tercapai,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Baznas Lobar menyampaikan kegiatan penyaluran Zakat Infaq, Sedekah ini untuk mualaf, beasiswa, dan GTT. “Total penerimanya sebanyak 1.043 orang,” terang Ketua Baznas Lobar ini dikonfirmasi di sela acara penyaluran di Aula Kantor Bupati Lobar. Para penerima ZIS itu berasal dari Warga Lobar. Terdiri dari 88 orang mualaf yang menerima masing-masing Rp1 juta dengan total Rp88 juta.
Kemudian beasiswa untuk pendidikan S1 untuk 242 orang masing-masing menerima Rp1 juta. Beasiswa S2 sebanyak 21 orang menerima Rp2,5 juta per orang dan S3 hanya 1 orang menerima Rp5 juta. Selain itu ada Beasiswa bagi warga Lobar yang berkuliah di luar Negeri sebanyak 24 orang dan menerima masing-masing Rp 5 juta. Total untuk beasiswa S1, S2, S3 dan beasiswa luar negeri mencapai Rp419.500.000.
“Untuk beasiswa penyaluranya melalui rekening,” jelasnya.
Tak hanya itu Baznas juga memberikan beasiswa bagi siswa miskin berprestasi untuk 244 anak, terdiri dari siswa di bawah Kemenag sebanyak 112 anak dan Dikbud sebanyak 132 anak.
Masing-masing anak mendapatkan beasiswa Rp 400 ribu. Baznas juga memberikan perhatian kepada guru Tidak Tetap (GTT) sebanyak 423 orang guru yang berasal dari Dikbud dan Kemenag Lobar. Dengan rincian GTT Kemenag sebanyak 189 Guru dan Dikbud 234 guru. Masing-masing guru mendapatkan Rp500 ribu.
“Saya ingin meluruskan untuk data penerima bantuan siswa miskin berprestasi, dan GTT itu berasal dari Dikbud dan Kemenang. Kami hanya menyalurkan,” tegasnya.
TGH Taisir menerangkan dana yang disalurkan berupa bantuan beasiswa siswa miskin dan GTT itu bersumber dari dana bagi hasil dari Baznas Provinsi NTB. Sedangkan untuk pemberian beasiswa berasal dari dana sabilillah. “Sehingga penerimanya tidak melihat kategori miskin atau tidaknya,” terangnya.
Sebab berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dana sabilillah boleh diberikan kepada yang mampu selama masuk kategori sabilillah. “Para mahasiswa baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri masuk kategori sabilillah. Walaupun misalnya yang S2 atau S3 itu mampu tapi dia berprestasi maka dia boleh diberikan bantuan dari situ (dana sabilillah),” jelasnya.
Meski demikian TGH Taisir menegaskan Baznas Lobar sangat berkomitemen untuk membantu Pemda dalam menekan angka kemiskinan di Lobar. Bahkan pihaknya akan segera mensinkronkan data dengan beberapa instansi untuk membuat data base penerima bantuan. Hal ini seperti yang diharapkan Bupati Lobar.
“Terutama kita sinkronkan data dengan Dinas Sosial, Bappeda, dan Perkim supaya bantuan ini tidak salah sasaran dan bantuanya juga tidak menumpuk di satu penerima,” pungkasnya. (her)


