Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa mengusulkan tiga lokasi yang akan dibagi dalam tiga zona sebagai lokasi pembangunan dapur untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke pemerintah pusat yang nantinya akan di biayai APBN.
“Tiga lokasi yang kita usulkan itu di Kecamatan Empang, Alas, dan Labuhan Badas, lokasi itu sudah masuk dalam tahap verifikasi lapangan dengan harapan bisa disetujui,” kata kepala Bappeda melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Rusmayadi, kepada Suara NTB, pekan kemarin.
Ia melanjutkan, pembagian tiga lokasi ini dilakukan berdasarkan zona, untuk wilayah timur nantinya akan ditangani oleh dapur MBG di Kecamatan Empang. Dalam Kota Sumbawa akan di-cover MBG di Kecamatan Labuhan Badas, dan wilayah barat dapur MBG di Kecamatan Alas.
“Tiga lokasi sengaja kita usulkan, sebagai upaya memudahkan distribusi makanan dari dapur MBG ke sekolah-sekolah sekitar. Kalau untuk wilayah selatan sudah ada dapur MBG nya,” ujarnya.
Pemerintah pun berharap, bulan depan untuk rencana pembangunan dapur MBG ini bisa segera terealisasi. Sehingga upaya pemerintah dalam mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045 mendatang bisa terealisasi dengan penyiapan gizi yang baik.
“Mudah-mudahan kalau tidak ada hambatan bulan depan itu sudah mulai eksekusi pembangunannya sehingga operasional dapurnya bisa dilakukan di akhir tahun nanti,” ucapnya.
Ia pun meyakinkan, pemerintah daerah hanya diminta menyiapkan lokasi saja sementara untuk Sumber Daya Manusianya (SDM) langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN). Kendati demikian, pemerintah juga akan segera berkoordinasi dengan BUMDes dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk menyiapkan bahan baku yang dibutuhkan.
“Tetap akan kita libatkan sektor ekonomi lokal masyarakat, sehingga keberadaan dapur tersebut akan memberikan dampak yang luas bagi perekonomian masyarakat di sekitar lokasi dapur,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, total sasaran penerima program tersebut di Kabupaten Sumbawa mencapai 153.869 orang termasuk juga ibu hamil, menyusui, balita, siswa PAUD, TK, SD, SMP.
“Termasuk juga siswa yang berada di Pondok Pesantren,” pungkasnya. (ils)


