Mataram (Suara NTB) – Duta Bahasa Provinsi NTB aktif menyosialisasikan Mutiara Mandalika. Mutiara Mandalika adalah program krida kebahasaan yang diusung oleh M. Rozi Fatwa Ilham dan Alifia Putri Eldina dalam menghadapi Pemilihan Duta Bahasa Nasional Tahun 2025. Sosialisasi pada Minggu, 24 Agustus 2025 dilakukan di Jalan Udayana, bersamaan dengan Hari Bebas Kendaraan.
Rozi Fatwa Ilham menjelaskan, program ini menyasar pelajar, masyarakat umum, dan wisatawan. Adapun tujuan Mutiara Mandalika adalah untuk mengenalkan literasi dengan cara yang menyenangkan. Dengan bermodalkan gantungan kunci, Mutiara Mandalika dapat dijadikan media pembelajaran dan penambah wawasan. Gantungan kunci ditempeli dengan komunikasi medan dekat atau yang biasa kita kenal sebagai NFC.
“Pengguna dapat memindai gantungan kunci tersebut. Setelah dipindai menggunakan gawai, pengguna akan menemukan laman Mutiara Mandalika. Laman tersebut memuat tiga konten kebahasaan dan kesastraan dan sebuah permainan kartu edukatif,” ujarnya.
Alifia Putri Eldina menambahkan, konten yang termuat adalah puisi-puisi kanon yang monumental, fakta menarik mengenai Nusa Tenggara Barat, dan ungkapan sederhana dalam lima bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, Sasak, Samawa, dan Mbojo. Sementara itu, permainan edukatifnya berupa Kartu Mandalika, sebuah program krida kebahasaan yang diusung Duta Bahasa pada tahun 2023.
Sosialisasi berjalan menyenangkan. Banyak masyarakat yang sedang menikmati Hari Bebas Kendaraan mampir di stan Duta Bahasa. Mereka tertarik dengan konsep pembelajaran yang sangat sederhana dan berbasis digital. Beberapa pelajar yang tengah menikmati akhir pekan pun tertarik dan penasaran.
“Saya cukup suka dengan gantungan kunci ini. Ternyata gantungan kunci ini bisa dipindai dan ada isinya. Saya pun dapat menambah pengetahuan setelah menelusuri laman Mutiara Mandalika,” ungkap Akbar, salah satu pelajar yang singgah di stan Duta Bahasa.
Program krida kebahasaan Mutiara Mandalika sebelumnya juga sudah disosialisasikan ke sekolah-sekolah. Beberapa sekolah yang menjadi target adalah SMAN 2 Mataram, MAN 2 Mataram, SMAN 1 Selong, MAN Insan Cendekia Lombok Timur, SMAN 1 Praya, SMAN 1 Narmada, SMAN 1 Sumbawa, dan MAN 2 Kota Bima. Ke depannya, program ini akan disosialisasikan juga di komunitas literasi dan tempat wisata untuk menyasar target yang lebih luas. (ron)


