spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURPerslotim Juara Soeratin U-17, Askab PSSI Lotim Bertekad jadi Raja Sepak Bola...

Perslotim Juara Soeratin U-17, Askab PSSI Lotim Bertekad jadi Raja Sepak Bola NTB

Selong (suarantb.com) – Kali pertama sepanjang sejarah, akhirnya Perslotim tampil sebagai jawara pada Piala Soeratin U-17 regional NTB tahun 2025. Perslotim diketahui terakhir meraih juara 1 Piala Soeratin sekitar tahun 2017 silam. Namun tidak seluruh NTB. Delapan tahun lalu itu, Perslotim hanya sebagai juara se-Pulau Lombok.

Keberhasilan Lombok Timur meraih juara 1 Soeratin regional NTB u-17 tahun ini menambah gairah dan semangat pesepakbola di Kabupaten Lombok Timur. Laga final Perslotim bertemu dengan PSKT Sumbawa berujung adu penalti.

Kesebelasan Perslotim unggul 4-2 dibanding PSKT Sumbawa pada laga terakhir yang berlangsung di GOR Lalu Muslihin Selong, Sabtu lalu. Atas prestasi membanggakan bagi warga Lotim ini, Ketua Askab PSSI Lotim, Muhammad Yusri bertekad akan jadikan Lotim sebagai raja sepak bola di NTB.

Menjawab Suara NTB via ponselnya, Minggu (24/8/2025), Ketua Askqb PSSI Lotim yang juga ketua DPRD Lotim ini menyatakan banyak warga yang cinta sepak bola. Dunia sepak bola sekarang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, ketika menjadi pesepakbola profesional, maka bisa menjadi salah satu sumber mata pencaharian. Tidak sedikit pesepakbola sekarang ini menerima bayaran minimal Rp1 juta sekali main.

Potensi Lotim sangat besar untuk melahirkan pesepakbola profesional. Untuk menjadi raja sepak bola di NTB diyakini bisa diraih. Terlebih banyak pemain asal Lotim ini saat ini memilih untuk membela daerah lain karena alasan sebelumnya kurang dapat perhatian. Seperti di Mataram ada sembilan pemain asal Lotim. Mereka katanya siap akan kembali ke Lotim.

Dalam laga Soeratin U-17 kemarin, Ketua Askab PSSI Lotim ini menilai meski persiapan sangat singkat, Lotim bisa tampil sebagai juara. “Waktunya kemarin hanya satu bulan,” tuturnya.

Meski di tengah keterbatasan waktu merekrut, namun terlihat jelas hasilnya sangat menggembirakan. Hal ini tidak lepas dari perhatian serius kepada para pemain dan pelatih dari PSSI Lotim.

PSSI Lotim ini pun akan coba fokuskan pengembangan U-17. Dimana, pemain diusia ini dianggap menjadi persiapan ke arah pemain yang lebih profesional. Tidak ditampik, U-13 dan U-15 sejauh ini masih minim perhatian. Persoalan dana diakui menjadi salah satu kendala terbesar.

Pada laga U-17 kemarin, Askab PSSI Lotim libatkan banyak pejabat lingkup Pemkab Lotim untuk terlibat. Disadari, dibutuhkan perhatian dan dukungan kuat dari semua pihak agar bisa tampil sebagai jawara hingga bisa tampil nantinya sebagai raja sepak bola di NTB.

Selanjutnya disampaikan Yusri, Perslotim yang menjuarai Piala Soeratin U-17 regional NTB ini akan mewakili provinsi NTB berlaga di Piala Soeratin tingkat nasional di Surakarta Jawa Tengah. Berlaga di tingkat nasional katanya tidaklah mudah. Apalagi persoalannya dalam waktu sepekan ke depan.

Yusri tidak mau muluk-muluk soal perolehan juara. Lawan-lawan laga di lapangan hijau asal daerah-daerah dari Pulau Jawa utamanya sangat berat. Karenanya, ketua Askab PSSI Lotim ini hanya bisa berharap tidak gugur di babak penyisihan. “Tidak gugur di babak penyisihan saja itu sudah sangat luar biasa,” katanya.

Dia katakan, untuk masuk delapan atau enam besar pada Piala Soeratin U-17 tingkat nasional ini jelas tidak bisa. Persoalan utama pemain adalah pengalaman bertanding, fisik dan mental. Soal skill pemain di lapangan diyakini tidaklah kalah, tapi ketika dibenturkan dengan mental masih sangat perlu dikuatkan. Tidak sedikit dari pemain Perslotim ini berlatarbelakang keluarga kurang mampu. “Untuk beli sepatu saja sangat susah, belum lagi soal konsumsinya sehari-hari,” ucapnya.

Soal fisik, terlihat perbandingan antara pemain Perslotim dengan PSKT Sumbawa yang sangat kontras. PSKT Sumbawa lebih besar secara fisik. Saat laga perdana PSKT Sumbawa melawan Perslotim kalah. Tapi, bermodal semangat dan kegigihan pelatih dibawah pimpinan Gempa, Perslotim berhasil melengserkan pemain daerah lain dan tampil juara meski dengan drama adu pinalti dengan pertemuan kembali PSKT Sumbawa.

Sekda Lotim, H. M. Juaini Taofik dalam proses penutupan menyampaikan sepak bola bukan soal menang kalah. Akan tetapi menjadi perekat persaudaraan.

Sekda menilai semangat anak muda NTB sangat luar biasa dalam sepak bola. Kesabaran para pelatih dinilai sangat luar biasa. “Juara itu adalah bonus, teepenting adalah sukses pelaksanaan kegiatannya,” demikian kata Sekda. (rus)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO