spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATTender Rampung, 35 Paket Proyek Senilai Rp91,6 Miliar di Lobar Mulai Dikerjakan

Tender Rampung, 35 Paket Proyek Senilai Rp91,6 Miliar di Lobar Mulai Dikerjakan

Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 35 paket proyek yang rencananya dibangun Pemkab Lombok Barat (Lobar) senilai Rp91,6 miliar pada APBD murni 2025 telah selesai dilelang. Saat ini proyek-proyek ini sedang dalam proses pengerjaan. Beberapa proyek yang termasuk proyek strategis diklaim progresnya positif.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Lobar Lalu Agha Farabi MM., mengatakan berdasarkan rekap tender tahun 2025 di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), jumlah paket proyek yang dikerjakan sebanyak 35 paket. “Tender proyek yang tidak di Perubahan (APBD perubahan), sudah selesai semuanya. Kalau di perubahan kita masih menunggu apa saja paket proyek,”kata Agha, Selasa, 26 Agustus 2025.

Tinggal, kata dia, prosesnya di masing-masing OPD yang membuat kontrak dengan rekanan dan kapan dimulai pengerjaannya. Melihat waktu yang tersedia, ia optimis pengerjaan selesai tepat waktu. Tidak ada proyek yang pengerjaannya molor hingga lewat tahun ini. “Insyaallah tepat waktu selesai, tidak molor,” imbuhnya.

Terkait pengawasan proyek, Pemkab memiliki tim Percepatan untuk mengevakuasi dan monitoring pengerjaan proyek.  Dari 35 paket ini, 10 paket di antaranya masuk proyek strategis di antaranya Spam Gili Gede, IPLT Lembar, Rehab SDN 3 Narmada, bangunan gedung perpustakaan, Mall Pelayanan Publik di kantor DPMPTSP. Proyek ruas jalan Tawun – Kedaro, ruas jalan Kramajaya, paket proyek ruang Operasi RSAM Narmada, unit transfusi darah RSUD Tripat.

Dikatakan, proyek strategis ini salah satu perhatian penilaian MCP KPK. KPK melakukan penilaian melalui MCP ini, Bagian PBJ masuk wilayah intervensi KPK terkait pengadaan barang dan jasa. “Untuk paket strategis daerah itu juga ada pendampingan dari Kejari Mataram, itu PPS (pendampingan proyek strategis),” Ujarnya.

Prosesnya setiap OPD nanti menyampaikan permohonan pendampingan ke Kejari Mataram. Nanti selanjutnya Kejari melihat apakah proyek ini perlu pendampingan atau tidak.  “Jadi banyak yang monitor, ada juga dari APIP,” ujarnya.

Langkah mitigasi proyek yang terlambat pun sudah dipersiapkan di masing-masing OPD. Sejauh ini beberapa proyek strategis seperti MPP dan Arpusda progresnya positif. “Itu plus progresnya, dari hasil evaluasi kemarin positif bukan minus, on the track,”imbuhnya. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO