Bima (suarantb.com) – Api kembali melahap pemukiman warga di Kabupaten Bima. Sembilan rumah di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, terbakar pada Selasa (26/8) sore. Enam rumah panggung rata dengan tanah dan tiga rumah permanen rusak berat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, A. Rifai, membenarkan peristiwa itu. “Iya benar ada kebakaran pada pukul 17.26 Wita di Desa Ntonggu. Enam rumah panggung rata dengan tanah, tiga rumah permanen hangus,” ujarnya kepada suarantb.com, Rabu (27/8).
Rifai memastikan kebakaran tidak menelan korban jiwa. Namun, warga kehilangan semua harta benda mereka. “Kerugian materil sekitar Rp900 juta. Semua isi rumah terbakar habis,” jelasnya.
Api pertama kali muncul dari rumah Syafruddin, warga RT 09 RW 03 Dusun 01 Desa Ntonggu. Warga melihat kobaran api sekitar pukul 17.15 Wita. Kepanikan langsung menyebar. Sebagian berteriak minta tolong, sebagian lain berusaha menyelamatkan barang berharga.
Api dengan cepat membesar karena rumah panggung terbuat dari kayu. Angin sore mempercepat rambatan api. Dalam hitungan menit, kobaran api merembet ke rumah tetangga. Warga berusaha memadamkan api dengan ember, timba, dan mesin pompa kecil, tetapi api terus membesar.
Diduga Akibat Korsleting Listrik
“Dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti,” kata Rifai.
Sekitar pukul 17.21 Wita, empat unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Bima tiba di lokasi. Petugas langsung mengarahkan selang air ke titik api, sementara warga membantu membuka akses jalan sempit di pemukiman padat itu.
Petugas membutuhkan hampir dua jam untuk menaklukkan si jago merah. Api padam total sekitar pukul 19.10 Wita. Sisa bara masih mengepulkan asap hitam.
“Semua terbakar, tidak ada yang tersisa. Kami hanya bisa selamatkan baju di badan,” kata Halimah, pemilik salah satu rumah yang terbakar.
Warga Desa Ntonggu merasakan kecemasan yang luar biasa karena mereka pernah mengalami kebakaran besar beberapa tahun lalu yang meratakan puluhan rumah. Peristiwa ini menambah daftar panjang kebakaran di Kabupaten Bima sepanjang tahun 2025. Pemukiman padat dengan dominasi rumah panggung membuat risiko kebakaran semakin tinggi. Warga meminta pemerintah meningkatkan edukasi pencegahan dan kesiapsiagaan agar musibah serupa tidak terus berulang. (hir)


