spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTB400 Mahasiswa Universitas Bumigora Ikuti Yudisium

400 Mahasiswa Universitas Bumigora Ikuti Yudisium

Mataram (suarantb.com) – Universitas Bumigora (UBG) menggelar yudisium di Aula Sport Center pada, Jumat, 29 Agustus 2025. Acara yudisium yang diikuti 400-an mahasiswa dari berbagai jurusan tersebut berlangsung meriah.

Dari pantauan, suasana yudisium berjalan tertib dan kondusif. Lautan almamater biru tua mewarnai aula Sport Center milik Universitas Bumigora.

Rektor Universitas Bumigora, Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, M.T., Ph.D., pada Jumat (29/8) mengatakan, yudisium kali ini merupakan yudisum perdana untuk tahun ini. Rencananya, yudisium selanjutnya akan segera dilaksanakan. “Ini yudisium perdana, nanti yudisium berikutnya ada lagi, dan setelah itu baru wisuda tanggal 10 Oktober 2025,” katanya.

Untuk kali ini, UBG meyudisiumkan 400 mahasiswa dari berbagai jurusan, di antaranya, Fakultas Ilmu Komputer, Desain Komunikasi Visual (DKV), Gizi, Farmasi, Bahasa Inggris, RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), dan beberapa jurusan lainnya.

Anthony menyampaikan, persaingan dalam mendapatkan peluang kerja di era saat ini sangat kompetitif. Oleh karena itu, ia berharap, lulusan UBG dapat membuktikan kualitas dan keterampilannya untuk menyongsong masa depan yang baik.

UBG juga berkomitmen untuk terus mengawal setiap lulusannya agar mendapat pekerjaan yang baik dan layak. “Saya mengharap semua memperoleh pekerjaan mandiri maupun pekerja. Tapi, hal-hal yang kurang beruntung dalam hal ini kami menyiapkan sebagai bagian dari mediator mereka untuk bekerja sementara, kemudian bisa lanjut mencari pekerjaan sesungguhnya,” jelas Anthony.

Begitu juga bagi lulusan yang berkemauan menjadi tenaga dosen, UBG juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi mereka yang bersungguh-sungguh.

Selain itu, UBG juga menawarkan beasiswa bagi mahasiswa yang mendapatkan IPK tertinggi pada yudisium kali untuk melanjutkan studinya di tingkat S2 dan S3.

Tak hanya itu, UBG juga memastikan akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang mau melanjutkan studinya. “Kalau (prestasi tingkat) internasional sampai tamat tidak usah bayar. Kalau nasional sampai satu tahun, kalau daerah hanya satu semester,” jelasnya.

Anthony berharap mahasiswa-mahasiswa lulusan UBG, tidak hanya cakap dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki sikap kemandirian. Dengan demikian, mahasiswa lulusan UBG tidak sekadar sukses dalam pekerjaannya, tetapi juga dapat menjadi pelopor terbukanya lapangan pekerjaan.

“Harapannya mereka bisa mandiri. Bukan sebagai pencari kerja, tetapi pencipta kerja,” pungkasnya. (sib)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO