Mataram (Suara NTB) – Menyikapi maraknya aksi kejahatan yang belakangan ini terjadi di wilayah NTB, Pemerintah Kota Mataram melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengambil langkah tegas dengan menurunkan satu peleton personel untuk melakukan patroli intensif. Patroli ini difokuskan pada jam-jam rawan dan titik-titik yang dinilai berpotensi tinggi terjadinya gangguan ketertiban umum.
Kepala Satpol PP Kota Mataram, Irwan Rahadi, menyatakan bahwa patroli difokuskan pada malam hingga dini hari, menyusul meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait kasus-kasus kejahatan akhir-akhir ini, terutama tindak pembunuhan yang meski terjadi di luar Kota Mataram, tetap menimbulkan keresahan.
“Kami memiliki satu peleton berjumlah 30 personel yang diturunkan untuk melakukan patroli rutin secara intensif selama 24 jam. Khususnya di wilayah yang rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya, Jumat, 29 Agustus 2025.
Ia menambahkan, meskipun kasus-kasus besar terjadi di luar kota. Mataram tetap harus waspada karena merupakan pusat aktivitas masyarakat dan kota yang banyak dikunjungi. Karena itu, antisipasi sejak dini perlu dilakukan melalui patroli rutin.
“Mataram sebagai ibu kota provinsi memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi. Antisipasi harus kami lakukan lebih awal agar masyarakat merasa aman,” imbuhnya.
Patroli dilakukan menyasar sejumlah kawasan publik seperti taman kota, jalur protokol, pusat kuliner malam, hingga kawasan permukiman yang dinilai rawan. Satpol PP juga memperkuat sinergi dengan aparat kepolisian, pemerintah kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat.
Selain itu, Irwan juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, khususnya pada malam hari. Menurutnya, sebagian besar pelaku maupun korban tindak kejahatan jalanan justru berasal dari kalangan remaja.
“Kami minta pengawasan dari orang tua ditingkatkan. Kalau anak belum pulang hingga larut malam, harus dicari tahu keberadaannya. Jangan sampai apatis. Karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga orang tua dan masyarakat,” tegasnya.
Dengan penguatan patroli dan peran aktif masyarakat, Pemerintah Kota Mataram berharap situasi keamanan di wilayah kota tetap kondusif dan angka kejahatan dapat ditekan secara signifikan. (pan)


