Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa memastikan komitmennya untuk terus meningkatkan Indek Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dalam kurun lima tahun ke depan dari posisi saat ini di angka 72,41 keke posisi 80.
“Kami targetkan dalam lima tahun ke depan target tersebut bisa kita capai. Apalagi kita sudah tahu nilai terendah berada di Indek Kualitas Air (IKA) sehingga kami fokus memperbaikinya, ” kata Sekretaris DLH, Hj. Rahmawati, kepada Suara NTB, kemarin.
Berdasarkan data terakhir, lanjutnya, memang IKA berada di angka 47,31 (cemar ringan) dan ditargetkan dalam lima tahun ke depan berada di angka 60. Dengan begitu, apa yang menjadi target dari IKLH bisa tercapai karena yang menjadi persoalan utama sudah dipetakan.
“Memang kondisi IKA saat ini masih menjadi catatan sehingga hal tersebut akan menjadi atensi kita perbaiki,” ucapnya.
Dia melanjutkan, faktor yang mengakibatkan menjadi tercemar juga sudah diketahui, yakni sistem peternakan terbuka, pertanian, dan rumah tangga. Hanya saja dari ketiga faktor tersebut yang dominan, dirinya mengaku masih harus melakukan identifikasi lebih lanjut.
“Kalau untuk faktor yang paling dominan, kami masih belum bisa sampaikan karena masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut,” ucapnya.
Dia melanjutkan, terkait dengn kondisi tersebut pihaknya sudah mulai membangun koordinasi dengan leading sector terkait, salah satunya Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan Kesehatan Hewan. Sehingga di periode lima tahun kedepan IKA Sumbawa ditargetkan di angka 60 poin.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri untuk menyelesaikan masalah IKA ini, sehingga kita perlu menggandeng pihak lainnya untuk menyamakan persepsi untuk mewujudkan target yang kita tetapkan,” ujarnya.
Sementara terkait dengan ketertutupan lahan dianggap cukup baik yakni berada di angka 78,53. Angka tersebut juga harus tetap dijaga demi masa depan generasi yang akan datang, meskipun angka itu cenderung menurun dibandingkan tahun lalu.
“Faktor paling dominan sehingga ketertutupan lahan kita menurun yakni masifnya alih fungsi lahan untuk tanaman jagung sehingga kita harus menekan alih fungsi tersebut, ” ujarnya.
Sedangkan terkait dengan Indeks Kualitas Udara (IKU) di tahun 2024 memiliki skor 92,24. Angka tersebut tentu dianggap sangat bagus sehingga mampu mengindikasikan bahwa tingkat polusi udaranya masih sangat rendah.
“Udara kita masih sangat bagus, karena IKU kita sangat tinggi di angka 92,24 sehingga angka tersebut harus terus dijaga dengan tetap menjaga lingkungan,” tukasnya. (ils)



