spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaNTBBerpeluang Kirim Perawat ke Jerman

Berpeluang Kirim Perawat ke Jerman

PEMERINTAH Indonesia dan Pemerintah Jerman telah mengembangkan kerja sama dan saling membantu di bidang perluasan kesempatan kerja, melalui penempatan pekerja migran terampil Indonesia bidang kesehatan, khususnya perawat di Jerman. Program pengiriman tenaga perawat dari Indonesia ke Jerman tersebut melalui program Triple Win.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos. MH mengatakan, penempatan pekerja migran terampil ke Jerman disyaratkan harus memahami Bahasa Jerman. Sehingga aspek penguasaan bahasa menjadi salah satu kendala pengiriman ke negara Eropa tersebut.

“Dia menggunakan Bahasa Jerman, bukan bahasa Inggris ya, ini kadang-kadang kesulitannya.  Proses seleksinya itu tergantung job order dan apakah bisa lulus atau tidak. Kalau Kerjasama G to G ( kerjasam antar pemerintah-red) memang sedikit sekali yang lulus,” kata I Gede Putu Aryadi kepada Suara NTB, Selasa 20 juli 2024.

Selain terkendala oleh masalah bahasa, tantangan lainnya yaitu biaya penempatannya yang cukup tinggi, mengingat negara penempatan berada di Eropa. Sehingga meskipun ini menjadi peluang yang sangat bagus bagi tenaga skill di NTB, namun aspek bahasa dan pembiayaan masih menjadi tantangan.

Meskipun sudah ada perjanjian kerja sama antara Indonesia dengan Jerman di bidang tenaga kerja, namun Aryadi mengaku belum melihat job order ke negara tersebut.

“Namun kan ada beberapa jenis perawat. Perawat di rumah sakit atau berbasis rumah. Kita lihat dulu job ordernya. Biasanya ada proses seleksi dan pelatihannya juga. Kalau saya tetap mengacu pada job order, kemudian perusahaan ini punya izin rekrut atau tidak,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah seperti dikutip dari kemnaker.go.id mengatakan, saat ini telah berjalan program pengiriman tenaga perawat dari Indonesia ke Jerman melalui program Triple Win. Program tersebut telah dimulai sejak 2021, akan tetapi dikarenakan pandemic Covid-19 belum ada pemberangkatan pada 2021 dan 2022.

“Pada tahun 2023 telah diberangkatkan sebanyak 84 tenaga perawat, dan pada bulan Juli 2024 telah diberangkatkan sebanyak 175 orang,” kata Menaker pada pertemuan bilateral dengan Parliamentary State Secretary Jerman, Anette Kramme di Brazil, Jumat 26 juli 2024 di sela-sela pertemuan G20.

Menaker berharap program tersebut bisa dikembangkan, sehingga dapat memberikan kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja Indonesia.

Dalam mendukung persiapan hal tersebut, pelatihan Bahasa Jerman di Indonesia menjadi kunci utama agar CPMI tidak hanya memiliki kompetensi teknis namun juga kompetensi Bahasa Jerman yang dipersyaratkan.

Oleh karena itu, katanya, Kemenaker memiliki 21 Vocational Training Center (VTC) yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mempersiapkan kompetensi teknis dan kompetensi Bahasa Jerman. Harapannya dengan memanfaatkan VTC tersebut bisa didorong kerja sama tentang Sharing standard dan modul pelatihan Bahasa Jerman agar dapat diharmonisasikan Penyusunan Program Pelatihan Bahasa Jerman sesuai yang dipersyaratkan dalam ujian Pekerja Migran Indonesia di Jerman.

Selain itu, penyelenggaraan ToT/Pelatihan Bahasa Jerman untuk para Instruktur VTC Kemnaker Peningkatan Akses dan Standar Sertifikasi Bahasa Jerman agar lebih murah dan masif dalam Penyelenggaraan Pelatihan Bahasa Jerman untuk para calon PMI berbagai VTC, sehingga dapat meningkatkan jumlah Pekerja Migran Indonesia ke Jerman sesuai kebutuhan. (ris)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO