spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBFestival Pers dan Literasi Muhammadiyah NTB Diutup dengan Diskusi Sinergitas Media, Agus...

Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah NTB Diutup dengan Diskusi Sinergitas Media, Agus Talino Bicara Perspektif Bisnis “Trust” Media

Mataram (Suara NTB) – Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah NTB resmi ditutup dengan diskusi panel bertema “Sinergitas Media Afiliasi Muhammadiyah dan Media Lokal: Menjaga Independensi dan Konsistensi Pengelolaan Konten dalam Arus Informasi Publik” yang digelar di Kava Coffee, Mataram, Minggu (31/8/2025).

Diskusi ini menjadi penegasan penting atas komitmen media persyarikatan dan media lokal dalam menjaga integritas dan profesionalisme di tengah dinamika industri informasi.

Hadir sebagai narasumber Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Mukhlas MT dan Pemred Suara NTB H. Agus Talino. Keduanya menyoroti tantangan dan peluang kolaborasi media dalam memperkuat ekosistem informasi yang kredibel dan bernafaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Prof. Mukhlas menyampaikan bahwa MPI tengah memperluas jaringan media afiliasi Muhammadiyah, tanpa mengabaikan penguatan media internal persyarikatan. “Kami ingin media afiliatif Muhammadiyah tampil dengan warna yang beragam. Sumbernya tetap dari media resmi, namun tampilannya bisa lebih fleksibel dan menjangkau publik luas,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara media afiliasi dan media lokal untuk memperkuat penyiaran dakwah dan gerakan sosial Muhammadiyah secara lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, Pemred  Suara NTB H. Agus Talino menegaskan bahwa bisnis media adalah bisnis trust atau kepercayaan. “Kami tidak bisa memaksa publik percaya jika tidak ada sesuatu yang layak dipercaya. Maka satu-satunya pilihan adalah menjaga kepercayaan itu,” katanya.

Agus juga menekankan pentingnya tradisi intelektual dan diskusi dalam pengelolaan redaksi. “Kami terus melakukan evaluasi bisnis dan redaksi, baik melalui diskusi daring maupun tatap muka. Kapasitas intelektual wartawan dan pengelola media harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Ketua MPI PWM NTB, Yusron Saudi, menyampaikan bahwa Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah NTB telah menghasilkan sejumlah capaian penting. Di antaranya adalah terbentuknya Aliansi Jurnalis Muhammadiyah yang terdiri dari 60 peserta lintas latar belakang, termasuk alumni jurnalis, humas amal usaha, ortom, dan UKM pers.

Selain itu, proyek penulisan sejarah Muhammadiyah NTB yang telah berjalan selama setahun kini memasuki tahap finalisasi. Draft awal disusun dengan dukungan 10 penulis dari PP Muhammadiyah. Tim Heritage Muhammadiyah juga tengah menelusuri jejak sejarah di Labuan Haji, termasuk dokumen pengakuan kepengurusan Muhammadiyah NTB tahun 1930.

“Deklarasi Aliansi Jurnalis Muhammadiyah akan menjadi bentuk komitmen kolektif dalam membangun ekosistem pers yang berintegritas dan bernafaskan nilai-nilai persyarikatan,” ujar Yusron.

Festival ini menandai langkah strategis Muhammadiyah NTB dalam memperkuat literasi, dokumentasi sejarah, dan sinergi media sebagai bagian dari dakwah dan penguatan peradaban.(ris)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO