Mataram (Suara NTB) – Meski terjadi gelombang aksi demonstrasi di berbagai daerah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB memastikan bahwa layanan perbankan di NTB tetap berjalan normal dan tidak terdampak oleh situasi sosial yang memanas.
Aksi protes yang dipicu oleh tuntutan terhadap DPR sempat memicu kerusuhan di beberapa titik. Di Mataram, Gedung DPRD NTB terbakar akibat amukan demonstran yang melakukan aksi solidaritas terhadap demonstrasi besar di Jakarta.
Hingga Senin, 1 September 2025, aparat TNI dan Kepolisian masih disiagakan di beberapa titik strategis di Kota Mataram untuk mengantisipasi potensi aksi susulan. Beberapa sekolah dan instansi pemerintahan pun memilih menerapkan sistem pembelajaran dan kerja dari rumah (WFH) sebagai langkah preventif.
Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, menegaskan bahwa seluruh operasional perbankan di NTB tetap berjalan normal. Ia memastikan situasi demonstrasi tidak mengganggu layanan transaksi maupun operasional lembaga keuangan.
“Layanan tetap normal. Kita jaga stabilitas ekonomi NTB. Kalau ada yang WFH, itu bukan masalah. Kita sudah terbiasa WFH sejak pandemi COVID-19. Bahkan saat itu layanan perbankan digital berkembang pesat. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Rudi saat ditemui di Mataram, Senin, 1 September 2025.
Menurut Rudi, hingga saat ini OJK NTB masih menerapkan work from office (WFO) secara penuh, dan tidak ada satu pun kantor bank yang menutup layanan. Pantauan media menunjukkan layanan perbankan tetap aktif, baik di kantor cabang, mesin ATM, maupun melalui platform digital banking.
Rudi menambahkan, stabilitas sektor keuangan menjadi prioritas utama, terutama di tengah kondisi sosial-politik yang tidak menentu. Gangguan pada layanan keuangan bisa berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita belajar dari masa pandemi. Saat itu, digitalisasi perbankan mampu menjaga kelangsungan layanan. Artinya, sistem kita sudah cukup tangguh menghadapi situasi khusus seperti sekarang,” tambahnya.
Meski aktivitas masyarakat di luar rumah menurun, roda ekonomi NTB tetap bergerak. Pasar tradisional dan pusat perbelanjaan masih buka, serta lalu lintas perdagangan belum terganggu secara signifikan. Beberapa pelaku usaha di Mataram juga menyatakan tetap membuka usaha meskipun dengan kewaspadaan lebih tinggi.
Sementara itu, aparat keamanan terus menjaga agar eskalasi aksi tidak meluas. Tokoh masyarakat dan agama ikut berperan dalam menenangkan
Rudi Sulistyo mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi NTB. Menurutnya, kepercayaan terhadap sektor perbankan merupakan fondasi penting untuk menjaga optimisme pemulihan ekonomi daerah.
“OJK NTB bersama seluruh perbankan akan terus menjaga kepercayaan masyarakat. Stabilitas sistem keuangan adalah kunci agar roda ekonomi tidak terhenti. Mari kita jaga NTB agar tetap kondusif demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (bul)



