Taliwang (Suara NTB) – Wilayah terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Sumbawa Barat terus meluas. Terbaru, dari data BPBD setempat menyebut, ada tiga desa baru yang mengajukan permintaan bantuan air bersih karena sumber air warganya mulai mengering.
“Tiga desa yang terbaru melapor itu diantaranya, Desa Tambak Sari, Lamusung, dan Desa Meraran,” terang Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KSB, Abdullah, Senin, 1 September 2025.
Dengan tambahan tiga desa itu, kini total sudah ada enam desa yang terdampak kekeringan. Menurut dia, desa-desa tersebut saat ini sudah langsung mendapatkan layanan penyaluran air bersih. “Yang baru masuk laporannya SK penetapannya masih kita proses. Tapi kita sudah lakukan mengedrop air bersih ke warganya,” paparnya.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga desa yang terdampak kekeringan itu, BPBD KSB setiap harinya menyalurkan puluhan ribu liter air. Abdullah mengungkap, sementara ini penyaluran air bersih sepenuhnya ditalangi menggunakan anggaran daerah yang bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Untuk tiga desa yang pertama kita siapkan anggaran sekitar Rp177 juta. Nah dengan tambahan tiga desa lagi, pastinya kebutuhan anggarannya juga tambah,” urai Abdullah.
Menghadapi dampak musim kemarau tahun ini, pemerintah KSB sudah lebih siap. Ini dibuktikan dengan penetapan status siaga bencana kekeringan telah ditetapkan lebih awal, yakni terhitung sejak 1 Juli 2025 lalu. Dan status tersebut diberlakukan hingga tannggal 30 November mendatang.
Selain itu, BPBD KSB pun telah memiliki peta potensi daerah terdampak pada tiap kecamatan. Hal ini kemudian semakin memudahkan dalam rangka upaya penanganan secara cepat. “Tentu dari sisi anggaran penanganan, kita sudah siapkan juga,” katanya.
Berikutnya mantan Camat Poto Tano ini menyebut, kemarau tahun ini masuk dalam kategori kemarau basah. Dimana kemarau jenis ini bisa lebih panjang dampaknya bagi masyarakat. “Karena kalau pun sudah ada hujan intensitasnya sangat rendah sehingga tidak bisa menormalisasi sumber-sumber air bersih warga,” pungkasnya.
Sebagai informasi, enam desa yang terdampak kekeringan di KSB berdasarkan data BPBD setempat, di antaranya desa Poto Tano, Kiantar, Tambak Sari di kecamatan Poto Tano. Desa Lamusung dan Meraran di kecamatan Seteluk, dan terakhir desa Seloto kecamatan Taliwang. (bug)


