Giri Menang (suarantb.com) – Pasca-penemuan jenazah Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol, inisial MMMC (73) di kawasan Sengigigi, pihak Polres Lombok Barat tetap melakukan kegiatan patroli rutin di kawasan wisata itu. Selain itu, pihak terkait melakukan langkah antisipasi terjadi tindak kejahatan di daerah pariwisata tersebut.
“Untuk pengamanan kami di kawasan pariwisata, khususnya di Batulayar atau Sengigigi kita tetap melaksanakan patroli rutin, dan antisipasi tindak-tindak kejahatan yang ada di sana,” terang Kapolres Lobar ini kemarin.
Selain patroli, pihaknya juga tetap melakukan upaya edukasi dan himbauan Kemananan dan Ketertiban Masyarakat (kamtibmas) kepada semua masyarakat.
Ia menyampaikan masyarakat tidak perlu merasa khawatir atas kejadian ini, karena pihaknya telah melakung pengungkapan terkait kejadian ini. Ia pun berharap tidak ada lagi kejadian terulang atau kejadian yang sama terjadi di wilayah Sengigigi-Batulayar atau di mana pun di daerah Lobar.
Sebelumnya, Polres berhasil mengungkap kasus pembunuhan WNA asal Spanyol, inisial MMMC yang dinyatakan hilang beberapa waktu lalu. Jenazah MMMC ditemukan di pesisir pantai tikungan Alberto, Senggigi, Lobar, Sabtu malam (30/8/2025).
Dua terduga pelaku pun telah diamankan terkait tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan orang hilang pada awal Juli 2025. Korban terakhir terlihat di Hotel Bumi Aditya, Dusun Loco, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Yasmara Harahap menjelaskan bahwa penyelidikan intensif telah dilakukan sejak laporan kehilangan diterima. Tim Satreskrim langsung bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan mendalam.
Dari hasil penyelidikan, mengarah kepada kedua terduga pelaku masing berinisial SU (34) dan HR alias GE (30). Tim Jatanras Satreskrim Polres Lombok Barat bersama Unit Reskrim Polsek Batulayar pun segera melacak keberadaan yang bersangkutan. Keduanya merupakan warga Dusun Loco, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, dan berprofesi sebagai wiraswasta. Hingga kedua pelaku pun berhasil ditangkap pihaknya.
Pasca penemuan, jenazah korban saat ini masih di RS Bhayangkara untuk proses autopsi. “Hasil autopsi masih kami tunggu dari RS Bhayangkara, setelah otopsi nanti mungkin rencana untuk pemulangan jenazah ke negara asalnya di Spanyol,” ujar Kapolres.
Sejauh ini belum ada pihak keluarga yang datang melihat jenazah korban. Kemungkinan nanti ada koordinasi RS Bhayangkara dengan pihak keluarga terkait teknis pemulangannya. (her)



