spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEBerdampak ke Pariwisata NTB

Berdampak ke Pariwisata NTB

SEJUMLAH negara mengeluarkan travel warning bagi warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Indonesia. Peringatan perjalanan ini akibat aksi demonstrasi di beberapa daerah. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Prancis, Jepang, Filipina, Inggris, dan Kanada termasuk yang telah mengeluarkan imbauan tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB sekaligus Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies atau Astindo NTB, Sahlan M. Saleh, Selasa, 2 September 2025. Menurutnya,  travel warning ini berdampak langsung terhadap sektor pariwisata, khususnya di NTB. Ia mengungkapkan, beberapa reservasi wisatawan yang sebelumnya terkonfirmasi sudah dibatalkan, terutama oleh wisatawan domestik yang merasa khawatir dengan situasi nasional.

“Beberapa tamu kami yang berasal dari Jakarta sudah melakukan pembatalan. Bahkan, ada tamu VIP yang rencananya datang hari ini (kemarin) harus batal. Mereka sejatinya ingin berwisata ke Lombok, tapi kondisi membuat mereka ragu,” jelas Sahlan.

Meskipun demikian, Sahlan menegaskan bahwa wisatawan mancanegara tetap menunjukkan minat untuk datang ke NTB. Hanya saja, sebagian besar dari mereka melakukan konfirmasi ulang mengenai situasi keamanan sebelum memastikan keberangkatan. “Mereka bertanya apakah ketika datang ke NTB akan aman. Pertanyaan ini wajar, karena mereka ingin memastikan keselamatan selama berlibur,” tambahnya.

Sahlan menyebutkan, travel warning dari negara-negara sahabat memang tidak bisa dianggap remeh. Logikanya, ketika negara asal memberi peringatan, maka warganya akan lebih hati-hati, bahkan bisa menunda perjalanan. Hal ini tentu memengaruhi kunjungan wisatawan dan berimbas pada perekonomian daerah.

Meski ada ancaman gangguan, Sahlan menekankan pentingnya masyarakat NTB untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal. Menurutnya, citra kehidupan sehari-hari yang tenang akan menjadi pesan penting bagi wisatawan. “Harapan kami, masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Jangan sampai suasana justru terlihat mencekam, karena itu akan semakin memperburuk citra destinasi kita,” tegasnya.

BPPD NTB juga memastikan agenda promosi pariwisata ke luar negeri tetap berjalan. Dalam waktu dekat, tim promosi NTB akan bertolak ke Korea Selatan pada 7–9 September. Dilanjutkan ke Beijing, Tiongkok, pada 9–12 September. “Promosi ini tetap kita lakukan. Justru di saat seperti ini kita harus hadir di pasar internasional untuk meyakinkan mereka bahwa NTB aman dan siap menerima kunjungan wisatawan,” kata Sahlan.

Ia menambahkan, promosi tidak hanya berhenti pada pameran internasional. Paket-paket wisata NTB, seperti kunjungan ke Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Desa Wisata Sembalun, hingga wisata belanja UMKM lokal, tetap dipasarkan secara aktif. Banyak wisatawan mancanegara yang telah merencanakan perjalanan 7–10 hari ke NTB, termasuk aktivitas alam, wisata bahari, dan kuliner khas Lombok.

Sahlan mengakui, dampak travel warning ini memang nyata. Namun, ia menekankan agar pelaku industri pariwisata tidak pasif dan terus mencari peluang. “Kita tidak boleh terpaku pada kondisi. Justru saat tantangan datang, kita harus terus bergerak. Promosi harus berjalan agar wisatawan tetap percaya bahwa NTB aman,” ujarnya.

Sahlan berharap seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah daerah, bisa menjaga stabilitas sosial dan keamanan. “Jika situasi terus memanas, ekonomi kita akan terganggu. Karena itu, mari bersama-sama menjaga ketenangan demi keberlanjutan pariwisata NTB dan Indonesia,” pungkasnya.(bul)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO