Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa kembali bersurat ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk bisa menambah kuota elpiji tiga kilogram sebesar 1.500 metrik ton. Kuota yang tersedia saat ini masih kurang.
“Kami sudah bersurat dua kali ke Kementerian ESDM dan dalam waktu dekat akan kami kirimkan surat ketiga dengan harapan usulan tambahan kuota itu bisa disetujui pemerintah,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, kepada wartawan, Selasa, 2 September 2025.
Bupati menyebutkan, pengusulan tambahan kuota tersebut diharapkan bisa terealisasi yang diperuntukkan untuk setiap bulannya. Dengan begitu, bisa mengurangi kesulitan masyarakat terhadap tabung gas elpiji 3 kilogram tersebut.
“Sebenarnya usulan kita sebesar 15.000 metrik ton. Namun yang baru bisa terpenuhi hanya 11.000 metrik ton, sehingga kami berharap tambahan kuota tersebut bisa dipenuhi oleh pemerintah,” ucapnya.
Jarot menegaskan, selain mengusulkan tambahan kuota, pemerintah juga akan segera melakukan penertiban terhadap pengguna gas yang tidak sesuai peruntukannya. Hal tersebut dilakukan karena diduga masih ada pengusaha yang menggunakan gas yang dikhususkan bagi masyarakat miskin.
“Kami akan tertibkan, jangan sampai ada pengusaha-pengusaha yang menggunakan gas elpiji tiga kilogram tersebut. Kita beri kesempatan kepada rakyat-rakyat miskin karena itu haknya mereka,” ujarnya.
Pemerintah juga akan menertibkan tata niaga elpiji tiga kilogram karena selama ini dilepas secara bebas meski di tabung tertera bantuan bagi masyarakat miskin. Termasuk pengawasan ke pangkalan, sub pangkalan hingga pengecer akan dimaksimalkan.
“Di Sumbawa ada delapan kelurahan serta 157 desa ada 600 lebih pangkalan sehingga kami akan melakukan pengawasan secara ekstra agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Ia mengakui, terhadap kebutuhan terhadap pemerintah terus melakukan kordinasi secara intensif ke pihak Pertamina. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap Elpiji tiga kilogram yang kerap dikeluhkan.
“Kita tetap berkoordinasi dengan Pertamina agar kuota itu bisa segera dipenuhi sehingga keterbatasan Elpiji saat ini bisa diminimalisir,” tukasnya. (ils)



