Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mulai melirik sektor perikanan sebagai sumber baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama ini, PAD Bima masih bertumpu pada pertanian dan peternakan. Namun, potensi perikanan dinilai cukup besar untuk dikembangkan.
Pelaksana tugas (Plt.) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bima, Aris Munandar, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mendorong perikanan tangkap agar lebih optimal. “Sumber pendapatan terbesar untuk PAD di Kabupaten Bima adalah di sektor pertanian, peternakan, dan yang potensial yang ingin kita angkat juga adalah perikanan tangkap,” ujarnya kepada Suara NTB, beberapa waktu lalu.
Aris menilai pengelolaan perikanan di Bima masih tradisional dan perlu didorong untuk lebih maju dan berinovasi. Padahal, peluang di sektor ini cukup besar. Hampir seluruh wilayah teluk maupun pesisir utara dan selatan Bima merupakan kawasan tangkap.
“Potensi perikanan tangkap ini besar, tapi belum optimal. Jadi sekarang regulasinya yang diperketat,” jelasnya.
Ia menyebut pola usaha masyarakat di daerah cenderung meniru. Jika ada satu atau dua orang yang sukses mengelola usaha, maka banyak yang lain ikut menduplikasi. Kondisi itu juga terjadi dalam budi daya perikanan. “Hal ini karena dilihat budi daya perikanan cukup bagus, banyak tambak-tambak yang dibuka,” tambah Aris.
Pemerintah menargetkan penguatan sektor perikanan ini bisa terealisasi tahun 2025 ini. Pengelolaan yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan kontribusi perikanan terhadap PAD, sehingga tidak hanya bergantung pada sektor lama.
Di sisi lain, Aris menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Ia mencontohkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masih rendah realisasinya di Bima.
“Rata-rata untuk daerah seperti kita masih sangat perlu ditingkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak. Yang sederhana seperti PBB itu masih perlu didorong. Padahal PBB di Kabupaten Bima ini termasuk kecil dari daerah lain,” ungkapnya.
Menurutnya, masalah utama bukan pada besaran pajak, melainkan kedisiplinan wajib pajak. “Kalau kesadaran ada, cukup disiplin membayar itu yang masih kurang. Dan ini yang masih menjadi PR kita bersama,” tandas Aris.
Dengan upaya penguatan sektor perikanan dan dorongan peningkatan kepatuhan membayar pajak, pemerintah berharap PAD Kabupaten Bima dapat tumbuh lebih baik. (hir)


