Giri Menang (suarantb.com) – Pengacara dan keluarga Brigadir Esco Faska Rely mendatangi Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap pada Kamis (4/9/2025) untuk menanyakan perkembangan kasus kematian Anggota Intel Polsek Sekotong yang ditemukan dalam kondisi meninggal mengenaskan di bawah bukit dekat rumahnya. Pihak keluarga diberikan keterangan bahwa ada titik terang penanganan kasus korban.
Ayah korban, Syamsul Herawadi, mengungkap fakta mengejutkan terkait hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kedua. Menurutnya, ditemukan bercak darah di sejumlah titik di rumah korban, yang memunculkan dugaan kuat bahwa anaknya dieksekusi di kamar, bukan bunuh diri.
“Awalnya saya tahu cuma barang bukti dari tubuh korban, seperti celana, jaket, jam tangan, HP, sama kunci motor. Tapi ketika dibacakan olah TKP kedua, saya kaget. Ada bercak darah di handuk anak saya, di belakang pintu kamar, dan di beberapa ruangan lain,” ungkap Syamsul saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (4/9/2025).
Syamsul menegaskan sejak awal dirinya tidak percaya anaknya bunuh diri. “Orang bodoh pun tahu, ini bukan bunuh diri. Ada luka dan bekas luka di tubuh anak saya yang tidak masuk akal kalau dikatakan bunuh diri,” tegasnya.
Ia juga menceritakan kondisi mengenaskan jasad Brigadir Esco saat pertama kali melihat di ruang autopsi. “Mukanya sudah tidak ada, tinggal tengkorak. Saya tidak kuat, kepala pusing, sesak, sampai hampir pingsan,” kenangnya dengan suara bergetar.
Syamsul menyebut pada olah TKP kedua, polisi juga menurunkan anjing pelacak. Hasilnya, hewan tersebut terus mengarah ke kamar Brigadir Esco, lokasi di mana diduga kuat peristiwa eksekusi terjadi.
Selain itu, keluarga juga menyoroti kejanggalan komunikasi terakhir korban. Esco sempat mengabarkan sakit kepada adiknya pada Senin sebelum dinyatakan hilang kontak. Namun, keesokan harinya ia tetap memaksa masuk dinas. Sejak Selasa malam, korban tidak bisa lagi dihubungi hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Minggu pagi, hanya belasan meter dari rumahnya.
Keluarga Dorong Pengungkapan Kasus secara Transparan
Syamsul menegaskan pihak keluarga menuntut aparat penegak hukum untuk segera mengungkap kasus ini secara transparan. “Kami minta pelaku ditindak seadil-adilnya. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” pintanya.
Hingga kini, penyidik Polres Lombok Barat masih melakukan proses penyelidikan. Penyidik pun telah menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan. Hal itu dipastikan setelah pihak keluarga bersama pengacara Dr. Lalu Anton Hariawan ke Kapolres pada Kamis (4/9/2025).
Syamsul menerangkan bahwa informasi yang diperoleh dari Kapolres bahwa perkembangan kasus meninggalnya anak cukup signifikan, pihak keluarga pun diminta bersabar menunggu agar proses penanganan lancar dan cepat selesai. “Iya (ada titik terang),” ujarnya.
Terkait gambaran tersangka dalam kasus ini, pihak kepolisian belum menjelaskan kepada keluarga. Keluarga diminta juga kalau dibutuhkan saksi bisa dihadirkan, jika keterangannya dibutuhkan penyidik.
Sementara itu, Kuasa Hukum pihak keluarga Brigadir Esco, Dr. Lalu Anton Hariawan SH., MH., menerangkan bahwa pihaknya bersama keluarga korban menghadap ke Kapolres untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus ini. Ada beberapa yang dibahas dalam pertemuan dengan Kapolres, salah satunya pihak keluarga mengapresiasi kerja Polres dalam mengungkap kasus ini. Kapolres ditemani oleh Kasatreskrim dan Kasat Intel.
“Jadi perkara sudah naik ke tahap penyidikan, ada keterangan saksi yang sudah diperiksa, dan ada juga saksi yang dibutuhkan nanti kami akan lengkapi,” ujarnya.
Bahkan, kata Anton, beberapa perkembangan penanganan kasus ini disampaikan ke pihak keluarga, tetapi karena menyangkut keperluan penyidikan sehingga tidak disampaikan ke mereka. “Tinggal kita menunggu beberapa alat bukti,” imbuhnya.
Apakah tersangka yang dibeberkan Kapolres terhadap keluarga? Hal ini, kata dia menjadi kewenangan Kapolres yang menjawab. Pihaknya menghormati proses penyidikan yang nantinya disampaikan oleh penyidik.
Sementara itu, Kasatreskrim polres Lobar AKP Lalu Eka Arya M., dikonfirmasi media usai mendampingi Kapolres bertemu dengan pihak keluarga korban menyampaikan terkait informasi ke media soal penanganan kasus ini akan disampaikan satu pintu melalui Polda. “Itu nanti satu pintu di Polda,” imbuhnya berkelit menjawab pertanyaan media. Eka memilih bungkam ketika ditanya terkait hasil pertemuan Kapolres dengan pihak keluarga. (her)


