Taliwang (Suara NTB) – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa Barat, Andi Laweng berharap keberadaan ratusan perusahaan dapat turut berkontribusi terhadap pengembangan dunia olahraga daerah. Caranya, perusahaan-peruaahaan tersebut menjadi bapak angkat Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di bawah naungan KONI.
Sebagai daerah tambang, Andi Laweng menyatakan, terdapat ratusan bahkan lebih perusahaan beroperasi di KSB. Perusahaan-perusahaan tersebut tentu dapat diajak oleh pemerintah untuk ambil bagian dalam pendampingan pengembangan seluruh Cabor yang ada di daerah.
“Di bawah naungan KONI sekarang ada 34 Cabor. Kalau saja satu Cabor di-handle oleh dua perusahaan sebagai bapak asuhnya, kan ringan. Dan kami kira perusahaan itu sanggup bahkan kalau pun mereka dampingi sendiri,” cetus Andi Laweng, Minggu, 7 September 2025.
Pola bapak asuh terhadap Cabor itu sebenarnya sudah mulai berjalan pada Cabor Sepak Bola. PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dalam dua tahun terakhir telah mendukung penuh Cabor sejuta umat itu. Tidak saja dalam hal pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi, PT AMNT juga berupaya menata seluruh elemen Cabor tersebut.
Menurut Andi Laweng, PT AMNT seharusnya bisa turut mendorong aliansi dan perusahaan mitranya untuk menjalankan misi serupa yang dilaksanakannya pada cabor sepak bola tersebut. “Atau pemerintah bisa sampaikan ke AMNT bahwa kita punya cabor lain juga yang butuh pendampingan dan pembinaan untuk meningkatkan prestasinya,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menyampaikan, menjadi bapak angkat Cabor tidak akan merugikan perusahaan. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut, kebanyakan Cabor di bawah naungan KONI KSB merupakan jenis olahraga personil sehingga tidak banyak jumlah atletnya. “Selain (sepak) bola, ada futsal, voli, dan sepak takraw dan beberapa lainnya beregu. Tapi kan jumlah atletnya tidak sebanyak sepak bola,” bebernya seraya memberi estimasi biaya pembinaan atlet Cabor setiap tahunnya.
“Kalau misalnya perusahaan sebagai bapak angkat cabor memberi Rp100 juta tiap tahun sebagai bentuk pembinaan lewat CSR-nya. Itu sudah besar sekali. Bahkan cabor yang atletnya perorangan bisa kurang dari itu,” ujarnya.
Terakhir ia berharap, agar Pemda KSB turut menyuarakan hal yang sama dengan harapan KONI tersebut. Menurut dia, pembinaan dan pengembangan olahraga akan lebih cepat jika dikerjakan secara bersama-sama. “Ini waktunya kita dorong perusahaan turut bagian dalam pembinaan dunia olahraga kita,” imbuh Andi Laweng. (bug)



