Selong (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Timur, H. Haerul Warisin menerima penghargaan Paritrana Award 2025. Kabupaten Lotim didaulat sebagai peraih nilai tertinggi sehingga meraih juara 1 Paritrana Award 2025 tingkat Provinsi NTB yang digelar Badan Penyelenggara Perlindungan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Para Rabu, 10 September 2025 kemarin, piagam penghargaan diterima Bupati Lotim sebagai daerah terbaik se-NTB ini diserahkan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri di Mataram.

Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri mengapresiasi penyelenggaraan Paritrana Award dan capaian pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen bersama untuk melindungi para pekerja.
“Ini adalah salah satu bentuk perhatian yang bisa diberikan oleh pemerintah, baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota, hingga desa, untuk mengayomi para pekerja,”ucapnya.
Bupati Lotim, H. Haerul Warisin mengatakan sudah melihat manfaat BPJS Ketenagakerjaan sangat bagus. Kelompok tani, nelayan, UMKM yang menjadi peserta langsung dapat manfaatnya. Tidak perlu mengurusnya, ketika dilaporkan langsung bisa dapat manfaat. Sebanyak 2.500 marbot dan guru ngaji turut akan diberikan jaminan sosial Ketenagakerjaan. Sebanyak 3,2 persen masyarakat miskin ekstrem sebanyak 34 ribu orang juga akan dimasukkan menjadi peserta. “Mereka juga bekerja dan berisiko,” ucapnya.

Satu desa dianggarkan Rp20 juta. Lotim memiliki 239 desa. “Saya akan buat Perbup,” ucapnya. Ada yang dibantu sebulan sebagai rangsangan dan ada yang terus menerus.
Kepala Cabang BPJamsostek Lotim, Muhammad Yohan Firmansyah menyampaikan piala Paritrana merupakan penghargaan bernilai miliaran rupiah atau bentuk wujud realisasi yang telah diimplementasikan.
“Dari beberapa indikator poin tertinggi pada keperpihakan alokasi anggaran dalam melindungi masyarakat pekerja,” ucapnya.
Jumlah peserta BPJamsotek di Lotim mencapai 147 ribu jiwa. Adapun manfaat klaim yang sudah dibayarkan Rp18.8 miliar sampai dengan bulan Agustus 2025. Pekerja Non-ASN/Ekosistem Pekerja yang bekerja di Pemda mencapai 35 ribu orang, dan Lotim tercatat juga yang paling banyak dari seluruh kabupaten/kota se-NTB.
Keberpihakan pemerintah Kabupaten Lotim diketahui sangat tinggi. Untuk pekerja rentan saja, seperti ke petani tembakau tahun 2024 Lotim memberikan perlindungan kepada 17.195 jiwa dengan total anggaran Rp2,5 miliar. Belum lagi pekerja lainnya. (rus/*)


