Kota Bima (Suara NTB) – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima terus menunjukkan progres. Hingga minggu ke-17 sampai 18, capaian fisik sudah berada di angka 22 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad, menyebut progres itu berada di atas deviasi perencanaan, yakni plus 5 persen. “Mudah-mudahan di akhir tahun 2025 sudah clear. Kita doakan bersama dan tidak ada kendala apapun,” ujar Ahmad, Kamis, 11 September 2025.
Ahmad menjelaskan, data yang ia sampaikan merujuk pada laporan minggu ke-17 dan ke-18. Ia menegaskan, dirinya belum memegang data progres minggu ke-19 dan ke-20 karena laporan evaluasi teknis terbaru masih dalam proses. Meski begitu, ia memastikan pembangunan RSUD tetap berjalan sesuai jalur.
Pembangunan RSUD Kota Bima memiliki waktu pelaksanaan 260 hari kalender sejak terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Proyek dimulai pada 10 April 2025 dan ditargetkan rampung pada 25 Desember 2025. Setelah itu, bangunan masuk masa pemeliharaan selama 365 hari sejak Provisional Hand Over (PHO).
RSUD Kota Bima berdiri di atas luas bangunan 7.557 meter persegi. Nilai kontrak fisik mencapai Rp130,38 miliar. Selain itu, pemerintah menyiapkan sarana-prasarana pendukung senilai Rp10 miliar, mencakup genset, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan water treatment plant (WTP).
“Pengadaan alat kesehatan mendapat alokasi Rp20 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sementara itu, pembangunan ruang rawat inap senilai Rp30 miliar bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU),” sebutnya.
Menurut Ahmad, RSUD Kota Bima berstatus rumah sakit Tipe C dengan tiga lantai. Fasilitas yang dibangun mencakup ruang rawat inap dengan kapasitas 100 tempat tidur, ruang lobi, laboratorium lengkap, IGD, nurse station, ruang tunggu, ruang operasi, serta ICU dengan nurse station tersendiri.
“RSUD Kota Bima dilengkapi juga dengan klinik, ICVCU, serta alat kesehatan modern seperti CT Scan dan unit cuci darah,” jelas Ahmad.
Ia menegaskan, pembangunan RSUD Kota Bima menjadi prioritas pemerintah tahun ini. Keberadaan rumah sakit ini diharapkan mampu meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat Kota Bima.
“Kami ingin masyarakat segera menikmati layanan kesehatan yang lebih baik. Karena itu, proses pembangunan kami kawal betul,” pungkasnya.
Dengan progres yang sudah melampaui target awal, pemerintah optimis pembangunan RSUD Kota Bima dapat rampung sesuai jadwal pada akhir 2025. (hir)



